|Selasa, September 26, 2017
Home » Hankam » Polri Kerahkan 157.115 Personil Untuk Amankan Hari Raya Idul Fitri 1437H

Polri Kerahkan 157.115 Personil Untuk Amankan Hari Raya Idul Fitri 1437H 

Kapolri
Bagikan

Kabarone.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan menggelar Operasi Ramadhan 2016, yang akan berlangsung dari 30 Juni hingga 15 Juli mendatang guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri 1437H.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan bahwa tujuan operasi ini adalah mengantisipasi masalah Kantibmas dan juga masalah Kamseltibjalantas.

“Waktunya cukup panjang. Jadi kalau Pak Menhub menyiapkan sarana transportasinya, nanti kelancaran di jalannya nanti kita yang mengaturnya,” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti kepada wartawan usai Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6) kemarin.

Selain itu menurut Kapolri, untuk mewujudkan rasa aman dan lancar tanpa ada gangguan di masyarakat saat merayakan Idul Fitri, sebanyak 157.115 personil dilibatkan, baik dari Polri, TNI, maupun satuan-satuan dari kementerian yang lain.

Kapolri juga menegaskan, bahwa dalam masalah yang terkait dengan keamanan itu, pihaknya sudah menyiapkan pengamanan-pengamanan.

“Ada 2.782 pos pengamanan yang disiapkan, baik itu di pusat-pusat perbelanjaan, di pelabuhan, terminal, stasiun, termasuk juga bandara dan juga pusat rekreasi. Termasuk juga pengamanan shalat Idul Fitri, dan juga nantinya adalah malam takbiran, dimana biasanya juga masyarakat merayakan di jalan-jalan,” jelas Kapolri.

Sementara untuk masalah kelancaran lalu lintas. Menurut Kapolri, ada beberapa tempat-tempat yang menjadi sumber kemacetan, mulai dari gerbang tol di Cikarang Utama, yang akan diberlakukan contraflow.

“juga akan ditambah gerbangnya, ditambah juga petugasnya. Kemudian di tempat-tempat rest area, biasanya sampai membludak keluar, sehingga menimbulkan kemacetan, Itu juga akan kita lakukan pengaturan kontrol di sana,” jelas Kapolri.

Polri juga mengantisipasi kemungkinan kemacetan yang terjadi di  SPBU-SPBU, pada persimpangan-persimpangan keluar tol, termasuk persimpangan kalau nanti dari Jakarta ini lancar sampai kemudian Cikampek.

“Di Cikampek itu ada pos, di Cikopo akan membagi arus kalau terjadi kepadatan. Bisa nanti di KM 66 diarahkan ke Bandung, bisa nanti dikeluarkan Cikampek di Simpang Jomin Jalan Arteri, atau lewat Subang bisa juga diluruskan. Sehingga peran sentral pengaturan arus itu ada di situ nanti, ada di Cikopo ini. Kalau kepadatan cukup panjang, ini bisa kita lepaskan,” terang Kapolri. (Hm/Rd)

Bagikan

Tambah Komentar