Kunjungan menteri Koperasi dan UKM ke Koperasi Perjuangan Tani Jombang

Kunjungan menteri Koperasi dan UKM ke Koperasi Perjuangan Tani Jombang

69 views
0
SHARE

Jombang, Kabarone.com – Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki mengunjungi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sugihwaras Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Rabu (30/9/2020).

Dalam kunjungannya, Teten Masduki didampingi oleh beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM RI seperti Deputi Bidang Kelembagaan, Direktur utama Lembaga Pengelola Dana Bergilir (LPDB KUKM), Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, serta Bupati Jombang Mundjidah Wahab.

Teten Masduki dalam kunjungan ini, dilakukan peninjauan langsung ke tempat penggilingan padi yang dimiliki Gapoktan Sugihwaras dilanjutkan dengan berdialog.

Dalam kesempatan itu pula, Teten Masduki menyampaikan topik mengenai penguatan koperasi terkhusus sektor pangan. Demikian ini mewujudkan kesejahteraan masyarakat terutama petani.

“Kita perlu membangun usaha koperasi makin kuat dari petani, dalam bentuk kesejahteraan petani di Jombang, mulai dari pengembangan usaha dan modernisasi,”ungkap Teten Masduki.

Selain itu Teten Masduki menegaskan, bahwa koperasi harus diperkuat dalam kemampuan pembiayaan, serta memiliki modal kerja, modal investasi dan fasilitas yang memadai serta siap memberikan alternatif pembiayaan bagi koperasi pangan yang mengalami masalah likuiditas. “Kali ini LPDB KUKM membantu untuk memperkuat pembiayaan koperasi. Karena koperasi itu penting, maka diperlukan bisnis model untuk menjamin produktivitas, sehingga memiliki profit yang baik,” tegasnya.

Teten Masduki berupaya supaya usaha koperasi masuk dalam skala bisnis dan tak kalah dengan ‘corporate’. Selain itu, pihaknya menyampaikan lesunya perekonomian Indonesia pada tahun ini diakibatkan adanya pandemi covid 19, sehingga mempengaruhi investasi.

Menurut mantan koordinator staf khusus Presiden tersebut, koperasi bisa tumbuh besar karena didukung dengan skema pembiayaan yang terhubung dengan market.

“Banyak petani yang menjual hasil panennya itu langsung ke pasar. Biasanya seperti itu petaninya tidak terlindungi. Kalau nanti ini dalam bentuk koperasi, koperasi jadi off taker yang beli dari hasil panen petani lalu koperasi juga mengarahkan petani tanam,” imbuhnya.

Dengan konsep korporatisasi petani. Maka koperasi yang akan melindungi petani dari permainan harga. “Kalau koperasi juga bisa memberikan dana talangan juga ketika petani membutuhkan disaat panen raya itu juga bisa menahan penjualan padi di panen raya ketika harga jatuh. Itu yang dibutuhkan,” ujarnya.

“Semoga akhir tahun ini covid-19 dapat segera ditangani. Sehingga perekonomian dapat pulih, maka kami berharap rakyat dapat disiplin mematuhi protokol kesehatan,”pungkas Teten Masduki dalam mengakhiri kunjunganya. (F2/Cip/Yos’03’)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY