|Selasa, September 26, 2017
Home » Lipsus » Investigasi » 10 Tahun Mangkrak, Rakyat Minta RS Veteran Segera Difungsikan

10 Tahun Mangkrak, Rakyat Minta RS Veteran Segera Difungsikan 

ketua DPRD Bojonegoro dan dir RSU
Bagikan

Kabarone.com, Bojonegoro – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ) Bojonegoro mendesak kepada Pemkab Bojonegoro agar segera memfungsikan gedung Rumah Sakit Umum Type B yang berlokasi di Jalan Vetaran, sebagaimana direncanakan. Lantaran hingga 2016 ini usia gedung bernilai ratusan milyar tersebut sudah memasuki 10 tahun, namun belum pernah difungsikan oleh Pemkab.

Padahal jumlah kamar dan bangsal di Rumah Sakit Umum Sosrodhoro Jati Kusumo, yang sekarang ini menjadi andalan Pemkab dalam melayani kesehatan masyarakat, sudah penuh dan tidak lagi dapat menampung jumlah orang sakit.

Menanggapi desakan PMII, Ketua DPRD Bojonegoro, Mitroatin, memastikan RS Veteran akan dapat difungsikan Juli mendatang. “Jika Juli masih belum difungsikan, saya akan mundur dari jabatan ketua dewan,” ucap Mitroatin, di hadapan wartawan dan pengunjuk rasa, Senin (18/01/2016).

Untuk merealisasikan itu, DPRD akan bahu membahu antara legeslatif dan eksekutif untuk mewujudkan impian masyarakat agar RS Veteran difungsikan. “Jika sampai jika Juli belum bisa difungsikan maka saya (DPRD, red) dan rakyat akan bersama-sama memeranginya,” tegasnya.

Mitroatin juga mengakui bahwa pemindahan RS tidak semudah membalikkan telapak tangan. “Masih banyak proses,” tambahnya.

Nampaknya keinginan masyarakat Bojonegoro dan ketua DPRD Bojonegoro, belum bisa mendapat jaminan dari Direktur RSU Sosrodoro Jati Kusumo, dr. Haryono. Menurut mantan kepala Dinkes itu, proses perpindahan rumah sakit membutuhkan waktu lama dan persiapan matang.

“Perpindahan sebuah Rumah Sakit tidak bisa dipahami seperti pindah kantor. Soal kepastian Juli mendatang bisa pindah, Allahuallam,” cetus Haryono.

Menurutnya, ada dua tugas berat yang mesti dilaksanakan, pertama persiapan perpindahan dan kedua tetap menangani yang terbaik pasien yang tengah dilaksanakan saat ini dengan berbagai penyakit dan perlu penanganan khusus. “Tapi kita jelas punya agenda bagaimana kita lebih cepat lebih baik,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Veteran yang mulai dibangun sejak 2007 lalu, banyak menuai kontroversi hingga dugaan kasus korupsi. Rumah Sakit Veteran itu dibangun dua tahap, tahap pertama pengerjaan gedung Rumah sakit di laksanakan oleh PT Alimdo Ampuh, dengan anggaran sekitar Rp 110 milyar lebih. Selanjutnya untuk pembangunan kedua hanya mengerjakan rehab gedung dan pemasangan instalasi listrik dengan anggaran Rp 37,9 milyar, oleh PT Relis Sapindo Utama.

Pada realisasi pembangunan Rumah sakit tahap kedua, muncul adanya dugaan kongkalikong antara pihak panitia lelang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penyedia Jasa Konruksi, PT Relis Sapindo Utama.

Bahkan Taufik, yang mengaku sebagai perwakilan PT Relis Sapindo Utama, membongkar permainan Kongkalikong yang dilakoninya dengan PPTK dan PPK proyek rehab Rumah Sakit Veteran.

Menurut Taufik, ia telah memalsukan tanda tangan direktur PT Relis Sapindo Utama, dalam pencairan termyn pembayaran proyek, atas suruhan pihak PPTK dan PPK, Dinas PU. Disamping itu dalam pengakuan Taufik, untuk memperoleh pekerjaan proyek rehab Rumah Sakit Veteran tersebut, pihaknya juga sudah mengeluarkan uang milyaran rupiah.

Tak hanya itu, hingga kini Rumah Sakit Veteran masih meninggalkan masalah, yakni kelebihan volume pembayaran proyek, yang sampai saat sekarang belum juga dibayarkan kembali oleh PT Relis Sapindo Utama. Dalam perhitungan Badan Pengawas Keuangan ( BPK ) dana yang harus dikembalikan atas kelebihan volume proyek itu sebesar Rp. 200 juta. ( dan )

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan

Tambah Komentar