|Sabtu, Agustus 19, 2017
Home » Lipsus » Da’I Muda Harus Jadi Pelita di Tengah Banjir Informasi di Masyarakat

Da’I Muda Harus Jadi Pelita di Tengah Banjir Informasi di Masyarakat 

IMG-20170104-WA0009
Bagikan

Kabarone.com, Jakarta – Penyebaran informasi yang masif melalui berbagai saluran media menyebabkan banjir informasi yang sulit ditentukan keshahihannya. Untuk itu, keberadaan para da’i muda di tengah masyarakat harus mampu menjadi penuntun bagi masyarakat dalam memilih dan memilah informasi, agar tidak terjebak pada informasi palsu atau yang lebih dikenal Hoax.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia, Moh. Nur Huda menyatakan, para da’i memiliki tanggung jawab penuh dalam memberikan pencerahan pada masyarakat, agar tidak tertipu pada informasi yang keliru.

“Untuk itu, perlu dilakukan peningkatan kompetensi literasi media pada da’i muda yang hadir di tengah masyarakat. FKDMI, bersama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan menyelenggarakan Pelatihan Kader Da’i Tingkat Nasional tahun 2017 tahap 1, dengan salah satu fokus bahasan menangkal informasi palsu (Hoax) di tengah masyarakat, dengan peningkatan kompetensi literasi media bagi para da’i muda,” ungkapnya.

Pelatihan ini akan dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Januari 2017 di Kampus STAI Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah Matraman Jakarta Timur. Pelatihan kader da’i ini akan diikuti oleh seratus orang da’I muda yang ada di Jakarta dan utusan dari FKDMI tingkat wilayah.

FKDMI berharap, dengan pelatihan ini, para da’i mampu menjadi pelita bagi masyarakat di tengah membanjirnya informasi baik yang benar ataupun palsu. Apalagi kondisi sosial masyarakat saat ini yang cenderung tegang dan berpotensi menimbulkan gesekan antar-umat beragama.

“Jangan sampai para da’i tidak mampu mengarahkan masyarakat pada kebenaran, lantaran informasi palsu (hoax) dikemas sedemikian rupa seolah-olah itu adalah shahih!” ujar Huda.

Huda juga mengingatkan empat sifat Rasulullah yang harus senantiasa diteladani oleh para da’i muda, yakni: Siddik (berkata benar), Tabligh (menyampaikan), Amanah (dapat dipercaya) dan Fathonah (cerdas).

“Jika para da’i senantiasa meneladani empat sifat ini, niscaya tidak ada celah sedikitpun untuk ikut serta menyuburkan informasi palsu yang cenderung memecah belah persatuan bangsa”, ujarnya. Dirinya berharap, pelatihan da’i ini dapat menghasilkan kader-kader da’i yang mumpuni dan ikut membina masyarakat dalam mewujudkan tatanan yang Islami.

Bagikan

Tambah Komentar