|Minggu, Juni 25, 2017
Home » Nasional » Mendagri dan Kapolri Beri Arahan Kebhinekaan Dihadapan Mahasiswa

Mendagri dan Kapolri Beri Arahan Kebhinekaan Dihadapan Mahasiswa 

whatsapp_image_2016-12-19_at_10.55.55_am_1
Bagikan

Kabarone.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi Tito Karnavian menghadiri kegiatan diskusi kebangsaan yang digagas oleh Universitas Negeri Jakarta dan Forum Nusantara. Kegiatan diskusi yang mengangkat tema Merangkai Indonesia Dalam Kebhinekaan ini, diselenggarakan di Aula Latief Hadiningrat, UNJ, Senin (19/12).

Dalam kesempatan itu, Mendagri menyampaikan bahwa seharusnya masalah kebangsaan dan juga kebhinekaan tidak seharusnya lagi menjadi permasalahan, karena Indonesia sudah 71 tahun merdeka.

“Yang namanya pancasila dan kebhinekaan adalah harga mati, setelah 71 tahun merdeka, masalah kebhinekaan tidak seharusnya dipermasalahkan,” ungkap Tjahjo.

Menurutnya, hingga saat ini masih ada 3 (tiga) masalah yang belum terselesaikan oleh bangsa Indonesia yaitu masih ada ketimpangan sosial dalam kehidupan masyarakat, kemiskinan dan permasalahan lapangan pekerjaan. Selain itu permasalahan yang semakin memicu ancaman terhadap kebhinekaan Indonesia adalah terorisme, radikalisme, narkoba serta korupsi.

Tjahjo pun menyeru kepada seluruh komponen bangsa agar terus menjaga persatuan karena banyak negara di luar sana akan menjadi ancaman nyata bagi bangsa indonesia termasuk negara-negara sahabat Indonesia.

Sementara, Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian menyampaikan keberagaman Indonesia ini sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan external. Bila permasalahan ini tidak cepat diatasi maka potensi perpecahan ini akan nyata dalam beberapa waktu kedepan.

‘Rasa kebangsaan sangat bersifat dinamis sehingga harus terus di pupuk dalam setiap jiwa anak bangsa,” ungkapnya.

Kapolri juga menyampaikan bahwa 4 (empat) pilar kebangsaan harus terus dijaga. Menurutnya, demokrasi pancasila kini mulai terkikis oleh sistem liberalis.

“Kebhinekaan bangsa indonesia harus terus dijaga karena Indonesia memiliki jaringan radikal terbanyak di Asean yang dapat memecah belah bangsa Indonesia sehingga kian dekat membawa bangsa indonesia kepada kehancuran,” sebutnya.

Jendral Pol Tito Karnavian menyampaikan bahwa negara indonesia kini menjadi perebutan antara 2 (dua) negara besar yaitu cina dan amerika sehingga kekuatan dua negara super power ini akan sangat berdampak terhadap persatuan bangsa indonesia. Kebebasan ITE di indonesia juga sangat berpotensi menjadi ancaman terhadap kebhinekaan bangsa Indonesia.

“Ini yang menjadi kekhawatiran, dengan adanya ruang demokratisasi yang sangat bebas maka akan muncul premodialisme, atau jati diri pada suatu agama, golongan, ras, maupun suku,” tambah Tito.(As)

Bagikan

Tambah Komentar