|Selasa, September 26, 2017
Home » Nasional » Peringatan Hut Bhayangkara ke-70, Presiden Tekankan Reformasi Ditubuh Polri

Peringatan Hut Bhayangkara ke-70, Presiden Tekankan Reformasi Ditubuh Polri 

image-1
Bagikan

Kabarone.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa tugas Polri kedepan akan semakin berat. Namun beliau meyakini Polri akan mampu mengemban tugas mulia itu jika memenuhi 2 (dua) syarat yaitu pertama, menjaga kekompakan dan soliditas di internal Polri dan kedua, keberanian untuk mereformasi diri.

Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi dalam acara syukuran Hari Bhayangkara ke-70 Tahun 2016 dan Buka Puasa Bersama dengan Keluarga Besar Polri, di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7).

“Saya ingin menekankan bahwa reformasi Polri adalah kunci menghadapi masa depan kita,” tegas Presiden Jokowi.

Reformasi dalam hal ini, lanjut Presiden, adalah reformasi dari hulu sampai hilir, mulai dari sistem rekruitmen sampai dengan pelayanan Polri pada masyarakat. Mulai dari perubahan mental, pola pikir, sampai perubahan perilaku setiap anggota Polri.

“Muaranya adalah perubahan sikap dan perilaku yang lebih profesional, lebih berintegritas, dan penuh tanggung jawab. Dengan cara itu, saya yakin kepercayaan rakyat pada Polri akan semakin meningkat,” kata Presiden.

Presiden menginginkan reformasi di tubuh Polri harus betul-betul konkrit dan nyata dalam wajah pelayanan Polri pada masyarakat.

“Tidak ada lagi pungutan, tidak ada lagi makelar kasus, tidak ada lagi diskriminasi dalam penegakan hukum maupun dalam perlindungan warga masyarakat,” tegas Presiden.

Pada momentum ini, Presiden juga mengingatkan Polri untuk mau dan ikhlas menekan egosektoral dan memperkuat kerja sama antar lembaga, seperti dengan KPK dan Kejaksaan.

“Kejahatan hanya bisa diperangi, kejahatan hanya bisa diberantas kalau kita bersatu, kalau lembaga-lembaga-lembaga penegak hukum saling bahu-membahu”, ucap Presiden. (Dn)

Bagikan

Tambah Komentar