|Minggu, Juni 25, 2017
Home » Politik » Hj.Martina : Penanganan Masalah Banjir dan Pertanian skala Prioritas

Hj.Martina : Penanganan Masalah Banjir dan Pertanian skala Prioritas 

Hj.Martinas Sami,SE Sekretaris Komisi A DPRD Konut (tengah berdiri), Muhtar,S.Hut Sekdes Tapuwatu (kiri), Idawati (kanan) saat Reses   di Balai Desa Tapuwatu.(Doc.Andi Jumawi-kabarone.com)
Bagikan

Kabarone.com, Wanggudu – Reses masa sidang III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Konawe Utara ‎daerah pemilihan II, Jum’at (14/10) di di Kecamatan Asera berlangsung di dua desa, yakni Desa Walalindu pukul 09.00 – 11.00 wita dan desa Tapuwatu pukul 15.00- 17.00 wita.

Hadir saat itu H.Martina Sami Sekretaris Komisi A DPRD Konut, Kepala Desa Walalindu Yokeng serta warga desa Walalindu saat pelaksanaan di desa itu. Adapun usulan dari warga desa Walalindu hampir seratus persen merujuk pada pemberdayaan dan sarana prasarana infrastruktur di desa yang diajukan dalam sesi tanya jawab warga dengan anggota dewan.

” Kami selaku penampung aspirasi masyarakat melalui Reses masa sidang III DPRD Konut untuk wilayah pemilihan II ini datang berkunjung di Kecamatan Asera pada hari ini bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat yang nantinya akan kami sampaikan di DPRD Konut, kata Hj.Martina Sami.

Untuk Desa Walalindu Kecamatan Asera hal utama yang diusulkan masyarakat terutama adalah terkait masalah pemberdayaan masyarakat, sarana dan prasarana di desa, jelasnya.

Reses hari itu dilanjutkan setelah sholat Jum’at di desa Tapuwatu, dihadiri oleh Sekretaris Desa Tapuwatu, Muhtar, Idawati (isteri Kades Tapuwatu), warga desa Tapuwatu. “Kami selaku pemerintah desa Tapuwatu mengucapkan terima kasih atas kehadiran anggota dewan terhormat DPRD Konut di desa ini dalam rangka Reses masa sidang III di Dapil II ini, kata Muhtar, selain itu kami juga apresiasi kehadiran warga desa yang datang menghadiri kegiatan ini, namun pada hari ini seyogianya kepala desa hadir namun karena beliau lagi berobat di Rumah Sakit di Kendari maka saya mendapatkan mandat untuk mewakilinya, karena itu kami meminta maaf kiranya atas ketidak hadiran kepala desa, namun semua itu akan kami sampaikan hasil dari hasil pertemuan hari ini, jelasnya.

Sesi Reses ini akan diisi dengan tanya jawab, dan nanti semua bisa memberikan pertanyaan dan usulannya, terang Muhtar.

Semestinya dalam Reses ini dihadiri oleh enam anggota Dewan Dapil II Konut ini akan tetapi sayangnya yang hadir hanya satu orang yaitu, ibu Hj.Martina Sami saja yang hadir, sementar lima lainnya tak hadir diantaranya Ketua DPRD Konut, Jefry Frananda, Rasmin Kamil Ketua Komisi A DPRD Konut.

Dilanjutkan dengan pidato dari Hj.Martina Sami Sekretaris Komisi A DPRD Konut dihadapan masyarakt desa Tapuwatu dan pemerintah desa Tapuwatu.

‎Saat memberikan sambutannya, Hj.Martina Sami menyampaikan, kegiatan Reses masa sidang III ini selain menerima aspirasi masyarakat kami juga melakukan fungsi lainnya selaku anggota dewan berupa fungsi pengawasan terkait seluruh program yang ada di desa baik itu dari Kabupaten maupun dari pusat, jelasnya.

Dilanjutkan dengan Sesi tanya jawab, kesempatan pertama Sekdes Tapuwatu mengusulkan normalisasi sepanjang 750 meter, pengadaan ternak sapi, peningkatan jalan perkuburan, bidan desa, guru TK, pengadaan bibit tanaman palawija, pemberantasan buta huruf dan baca Al’Qur’an, pemberian dana santunan bagi lansia dan janda tua, Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RS RTLH), pengadaan Kwh gratis bagi keluarga tidak mampu, hal ini sudah pernah semua diusulkan melalui Musrenbang tahun 2015 namun belum terealisasi karena itu kembali diusulkan ke pemerintah daerah Konut, jelas , Muhtar.

‎Sebelum mengakhiri Reses di Desa Tapuwatu, Hj.Martina Sami menyampaikan kepada warga yang hadir pada kesempatan itu rasa terima kasih dan bangga kepada warga desa Tapuwatu dimana telah hadir dalam kegiatan tersebut untuk menyampaikan harapannya guna kemajuan daerah itu, serta dukungan pemerintah desa Tapuwatu yang telah memberikan fasilitas dan layanan yang terbaik, sehingga kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik. Bahkan dirinya sempat memberikan tali asih sebagai rasa syukur atas reseki yang ia dapatkan selama ini, bahkan Hj.Martina Sami yang merupakan asli warga Desa Tapuwatu itu menyampaikan kepada warga bahwa dirinya akan memperjuangkan apa yang diusulkan warga desa itu terutama dalam hal penanggulangan masalah banjir berupa pembangunan Talud sungai Lasolo sepanjang kurang lebih 2 Km yang menurutnya akan diusulkan ke Pemerintah daerah Konawe Utara dan pusat. Mengingat anggaran untuk Talud cukup besar sehingga butuh perhatian serius dari DPRD Konut dan pemerintah daerah maupun pusat, ucapnya saat di wawancara kabarone.com.

Sementara Muhtar saat diwawancara mengatakan, kami berharap kiranya apa yang diusulkan dalam Reses ini bisa terealisasikan terutama pembangunan Talud sungai Lasolo yang panjangnya kurang lebih dua kilo meter karena jika musim penghujan desa Tapuwatu ini menjadi sasaran utama banjir yang begitu besar sehingga perlu dilakukan pembangunan Talud dan Normalisasi sungai, jelas Muhtar mewakili pemerintah Desa Tapuwatu.

‎Selain itu lanjut Muhtar, usulan kami lainnya seperti pembangunan irigasi untuk pertanian masyarakat desa ini, mengingat jika musim kemarau sawah kami kekeringan sehingga ada upaya kami lakukan yaitu bagaimana sungai Wadambali yang melintas di desa kami bisa di bendung karena debit airnya bisa digunakan untuk mengairi sawah warga jika musim kemarau, harapnya. Selain itu lanjut Muhtar, untuk kedepan kami juga mengharapkan pemberdayaan masyarakat berupa pengembangan ternak sapi dan jenis usaha lainnya yang seyogianya bisa meningkatkan pendapatan dan taraf hidup warga, pungkas Muhtar. (Andi Jumawi)

 

Bagikan

Tambah Komentar