|Kamis, Agustus 17, 2017
Home » Regional » Daerah » Atasi Isu Penculikan Orang, Irianto : Harus Ada Tindakan Represif

Atasi Isu Penculikan Orang, Irianto : Harus Ada Tindakan Represif 

tiny_20170504080105
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Penculikan orang adalah isu yang dianggap krusial oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr Ir H Irianto Lambrie untuk segera diatasi di perbatasan Malaysia-Indonesia. Di perairan antara Malaysia-Indonesia, kata Irianto masih rawan akan penculikan orang oleh gerombolan separatis dari wilayah Filipina Selatan.

“Saya sempat diundang khusus Menhankam (Menteri Pertahanan dan Keamanan) dan di hadapan para rektor, untuk membahas masalah ini. Dan, saya sampaikan konsep untuk menangani masalah ini, konsep yang cukup sederhana,” kata Irianto.

Konsep sederhana itu, menegaskan bahwa masalah ini tak bisa ditangani secara sporadis. “Satu, harus ada tindakan represif namun ini takkan menyelesaiakan masalah dalam jangka panjang. Kedua, bangun pendekatan soft strategic,” ujar Irianto.

Pendekatan kedua itu direalisasikan dengan membangun hubungan budaya dan dagang dengan pemerintah dan masyarakat di wilayah sekitar yang rawan penculikan orang, dalam hal ini Filipina Selatan. “Kita kan punya hubungan sejarah dengan Filipina Selatan, dari zaman Kerajaan Sulu dan Bulungan. Coba buka hubungan dagang yang bagus sehingga tercipta rasa persahabatan di antara kita,” urai Irianto. Perlu juga pertukaran pelajar dan pemuda yang difasilitasi dan dianggarkan oleh masing-masing pemerintah terkait.

Keamanan perairan perbatasan ini juga perlu keterlibatan aktif aparat keamanan, dalam hal antisipasi dan tindakan represif jika diperlukan. Disebutkan Irianto, pada pertemuannya dengan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), diakui bahwa adanya kesalahan konsep dalam penempatan pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Selama ini, pasukan TNI dan Polri dipusatkan di Jawa, tapi perbatasan terbatas, bahkan kosong. Akibatnya, kalau kita diserbu orang, kita keropos,” jelas Irianto.

Komparasi terbaik menurut Irianto adalah, negara maju selalu memperkuat perbatasan negaranya dengan mobilisasi pasukan dan peralatan tempur. “Di perbatasan Amerika-Meksiko, Pemerintah Amerika membangun mall sehingga masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya dari Meksiko membelanjakan uangnya disana. Ini konsep-konsep yang perlu ditiru untuk memperkuat perbatasan Indonesia di Kaltara atau lainnya,” tuntasnya.(hms)

Bagikan

Tambah Komentar