|Selasa, September 26, 2017
Home » Regional » Daerah » Bupati Bulungan Ajak Masyarakat Peduli Pencegahan Penyakit Kaki Gajah

Bupati Bulungan Ajak Masyarakat Peduli Pencegahan Penyakit Kaki Gajah 

IMG_20160714_095421
Bagikan

Kabarone.com, Bulungan – Bupati Bulungan, H Sudjati, SH mengajak masyarakat untuk aktif memberantas penyakit gajah mengingat Kabupaten Bulungan telah ditetapkan sebagai daerah endemis. Menurutnya, Penyakit Kaki Gajah atau Filariasis ini harus diatasi secara massal.

“Strategi pemberian obat pencegahan secara massal bertujuan memutus mata rantai penularan,” terang Bupati dalam pertemuan advokasi dan sosialisasi Bulan Eliminasi Kaki Gajah di ruang serbaguna Kantor Bupati, Kamis (14/07).

Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing Filaria yang menyerang saluran dan kelenjar getah bening yang ditularkan oleh semua jenis nyamuk. Penyakit ini dapat merusak sistem Limfe, menimbulkan pembengkakan pada tangan, kaki, payudara dan kantong buah zakar sehingga dapat menimbulkan cacat yang diderita seumur hidup. Selain menimbulkan stigma sosial bagi penderita dan keluarganya, penyakit kaki gajah juga mempengaruhi produktifitas kerja dan membutuhkan baiya besar untuk perawatan sehingga berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.

Dari hasil pemetaan daerah endemis filariasis melalui survei darah jari yang dilaksanakan Litbang Kementerian Kesehatan RI pada bulan Desember 2013, di Kabupaten Bulungan diambil sampling 2 buah desa yaitu Desa Bumi Rahayu dan Desa Teras baru dan hasilnya menunjukkan angka Mikrofilaria rate 1 persen untuk Desa Bumi Rahayu dan 3 persen untuk Desa Teras Baru. Sehingga Kabupaten Bulungan ditetapkan sebagai kabupaten endemis Filariasis yang harus melaksanakan kegiatan pemberian obat pencegahan secara massal setiap tahun berturut selama 5 tahun.

Berdasarkan Surat Edaran Mendagri Nomor 443.43 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengobatan Massal Filariasis dalam rangka Eliminasi Filariasis di Indonesia serta Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 94 Tahun 2014 tentang Penanggulangan Filariasis, disebutkan bila angka Mikrofilaria rate lebih besar dari 1 persen di salah satu atau lebih lokasi survei desa maka kabupaten tersebut ditetapkan sebagai kabupaten endemis Filariasis.

“Pemberian obat massal pencegahan Filariasis kepada semua penduduk berumur 2 – 70 tahun selama 5 tahun berturut yang akan dilaksanakan setiap bulan Oktober dari 2016 hingga 2020. Hasil dari minum obat pencegahan akan meminimalkan jumlah microfilaria dalam tubuh seseorang sehingga tidak akan menularkan lagi kepada orang lain,” paparnya.

Selain Bulungan, kabupaten lain yang juga daerah endemis Filariasis di wilayah Kalimantan Utara yaitu Kabupaten Malinau dan Tana Tidung yang juga akan melaksanakan pemberian obat pencegahan massal tahun pertama. Sedangkan Kabupaten Nunukan akan memasuki tahun ke 5 atau tahun terakhir.

“Saya berharap seluruh pihak termasuk rekan media dapat mensosialisasikan pentingnya pemberantasan penyakit kaki gajah ini. Belkaga atau Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang akan dilaksanakan setiap bulan Oktober ini sangat rawan terjadi kegagalan jika masyarakat belum sepenuhnya memahami akan pentingnya minum obat pencegahan Filariasis ini,” tandasnya. (Mudi)

Bagikan

Tambah Komentar