|Jumat, Oktober 20, 2017
Home » Regional » Daerah » Gubernur Ajak Masyarakat Merubah Mindset Dalam Membangun Desa

Gubernur Ajak Masyarakat Merubah Mindset Dalam Membangun Desa 

tiny_20170705085635
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menyampaikan, keberhasilan atau kemajuan suatu daerah, termasuk di tingkat desa ditunjang oleh inovasi dan kreativitas masyarakatnya. Selain itu, juga dibutuhkan semangat dan etos kerja yang tinggi.

Demikian disampaikan Gubernur saat membuka kegiatan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kaltara, yaitu berupa lomba TTG dan seminar bertema ‘Pemanfaatan teknologi tepat guna turut mendorong kemajuan perekonomian desa’ di Hotel Padmaloka Tarakan, Selasa (4/7) pagi.

Irianto mengatakan, mengambil contoh di beberapa negara maju, sebelumnya hanya merupakan desa-desa kecil. Namun karena kemampuan pemimpinnya, dan ditunjang dengan semangat kerja masyarakatnya, daerah tersebut menjadi maju dan besar seperti sekarang. “Kota-kota di Cina, Korea Selatan, Singapura, Jepang dan beberapa negara maju lainnya, sebelumnya kecil. Namun apa yang bisa dilihat sekarang? Mereka maju karena semangat masyarakatnya, etos kerja yang tinggi, serta kemampuan para pemimpinnya berinovasi,” kata Irianto.

Berdasar hasil penelitian Bank Dunia, kata Irianto, ada 4 hal utama yang menjadi kunci keberhasilan. Yaitu, inovasi, kemampuan networking, teknologi dan sumber daya alam yang dimiliki. Gubernur juga menyampaikan, mindset atau pola pikir masyarakat sangat menentukan kemajuan daerah. Termasuk kemajuan desa. Oleh karenanya, Gubernur mengimbau kepada para camat, kepala desa, tokoh masyarakat untuk mengajak, mendidik dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Utamanya bagaimana mengubah mindset dari masyarakat yang pemalas, suka mengeluh, suka berpikiran negatif, menjadi masyarakat yang pekerja keras, punya semangat, selalu berpikir positif, dan penuh inovasi. “Daerah akan maju kalau masyarakatnya bersemangat, dan pekerja keras. Sebaliknya akan susah berkembang, jika masyarakatnya malas, selalu mengeluh, berpikir negative,” ulasnya.

Dalam kesempatan itu, kembali Gubernur mengajak kepada masyarakat untuk bergerak cepat, mengejar ketertinggalan Kaltara sebagai provinsi baru, dengan daerah-daerah lain di Indonesia. “Kalau kita lambat, sudah pasti akan ketinggalan dengan yang telah berjalan cepat. Apalagi sebagai provinsi baru, Kaltara harus bisa mengejar ketertinggalan. Kuncinya, masyarakatnya selalu bersemangat, tidak suka mengeluh dan punya etos kerja tinggi. Inilah yang dilakukan oleh masyarakat di negara-negara yang sekarang maju, seperti Cina, Jepang, Korea Selatan dan lain-lainnya,” papar Irianto lagi.

Berkaitan dengan TTG yang dikembangkan di desa-desa, Gubernur berharap terus diperbanyak. Melalui inovasi-inovasi dari masyarakat, membuktikan jika masyarakatnya mau maju, mau berkembang. Dan dari situ-lah nanti daerah akan maju. “Menurut data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), di Kaltara hanya 4 desa maju, 40 berkembang, 100-an lebih tertinggal dan 200-an lebih desa sangat tertinggal. Harapan saya, dengan teknologi tepat guna, inovasi-inovasi dan ditunjang oleh semangat masyarakatnya untuk maju, saya yakin nanti tidak hanya ada 4 desa maju, tapi bisa 8 atau 10. Bahkan akan ada desa mandiri, yang merupakan kriteria desa tertinggi,” ujar Irianto.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyempatkan untuk meninjau hasil inovasi TTG karya sejumlah masyarakat Kaltara. Gubernur mengapresiasi karya-karya yang inovatif tersebut, dan berharap untuk terus dikembangkan.

Kegiatan gelar TTG yang diselenggarakan oleh DPMD Kaltara diikuti oleh perwakilan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) dan DPMD dari kabupaten dan kota se Kaltara. Selain lomba TTG, juga ada seminar dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.(hms)

Bagikan

Tambah Komentar