|Jumat, Oktober 20, 2017
Home » Regional » Daerah » Gubernur Kaltara Berduka Atas Musibah Kecelakaan SB Rejeki Baru

Gubernur Kaltara Berduka Atas Musibah Kecelakaan SB Rejeki Baru 

tiny_20170726012356
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, bereaksi cepat atas kecelakaan laut yang menimpa speedboat (SB) Rejeki Baru Kharisma trayek Tarakan-Tanjung Selor di perairan Tarakan, tepatnya di depan Pelabuhan Tengkayu I atau SDF sekitar pukul 09.50 Wita, Selasa (25/07).

Gubernur menginstruksikan kepada jajarannya, terutama kepada instansi terkait untuk bertindak cepat melakukan penanganan. Terutama evakuasi para korban.

Kejadian ini, tegas gubernur, menjadi peringatan keras, bagi semua pihak yang berhubungan dengan transportasi untuk lebih memperhatikan keselamatan. “Saya minta kepada Dinas Perhubungan, dan instansi terkaitnya untuk menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi, agar ke depannya lebih memperketat pengawasan dan memerhatikan keselamatan transportasi,” tegas Irianto.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang menyebabkan banyak korban itu. “Kami turut berduka cita atas musibah tenggelamnya speedboat penumpang umum Rejeki Baru Kharisma No. 454 B-15, yang berangkat dari Tarakan pukul 09.30 Wita di perairan laut Tarakan dengan tujuan Tanjung Selor dengan mengangkut 55 orang (penumpang 48 dewasa dan 4 anak-anak, serta ABK 2 orang dan motoris 1 orang),” kata Gubernur, Selasa (25/7).

Ungkapan duka cita mendalam juga disampaikan Gubernur bagi korban meninggal dunia dari musibah tersebut. Berdasarkan informasi dari pihak Badan Search And Rescue Nasional (Basarnas)-Pos SAR Tarakan yang diterima pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara, serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, korban meninggal dunia yang telah dievakuasi di RSUD Tarakan sebanyak 10 orang, korban selamat 40 orang (data Posko Crisis Center pukul 18.45 Wita). “Mari kita doakan, semoga korban yang meninggal memperoleh tempat yang layak dan terbaik di sisi Allah Yang Maha Pengampun, diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya. Dan, kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan ketegaran dan keikhlasan,” jelas Gubernur.

Di tempat terpisah, Kepala Dishub Provinsi Kaltara Taupan Madjid menuturkan, pihaknya terus memantau perkembangan pencarian korban yang belum ditemukan, lewat informasi terkini yang disampaikan pihak berwenang. “Untuk antisipasi kejadian serupa terulang lagi, kami akan menggelar rapat terlebih dulu dengan instansi teknis terkait lainnya, termasuk pengusaha speedboat. Sebab, dalam hal ini kewenangan kami adalah penetapan izin trayek,” urai Taupan.

Investigasi penyebab terjadinya kecelakaan juga tengah dilakukan pihak terkait. “Kalau persoalan izin trayek, yang jelas kami akan memanggil pemilik usaha speedboat regular. Dan, pastinya nanti akan dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk melakukan penertiban atas penetapan jumlah maksimal penumpang, dan batasan berat barang bawaan yang dapat diangkut oleh speedboat dalam satu kali jalan,” papar Taupan.

Dari keterangan sementara yang diperolehnya, SB Rejeki Baru Kharisma memang memiliki izin trayek Tarakan-Tanjung Selor dan sebaliknya. Dari jumlah muatan sendiri, dengan 48 penumpang speedboat ini, sedianya tidak melewati aturan kapasitas maksimal penumpang yang ditetapkan. “Yang menjadi permasalahan itu, berat barang bawaan yang diangkut speedboatnya. Ini yang masih dicari,” jelas Taupan.

Taupan mengungkapkan, untuk teknis lainnya, seperti pemeriksaan Surat Keterangan Kecakapan (SKK) motoris merupakan kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). “Sejak awal kejadian hingga saat ini (17.25 Wita) kami masih mengumpulkan data-data yang dibutuhkan. Sebagaimana arahan Gubernur, agar informasi mengenai kecelakaan ini dapat satu bahasa dan tidak simpang siur,” ucap Taupan.

Menggenapi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltara Mohammad Pandi menuturkan bahwa pihaknya turut memantau informasi terkini dari pihak terkait. “Kami siap menurunkan personel dan alat untuk membantu mengevakuasi dan mencari korban yang belum ditemukan. Hanya saja, karena ini kewenangan BPBD Tarakan dan Basarnas, mengingat kejadiannya di Perairan Tarakan maka kami menunggu informasi lebih lanjut. Tapi kami pantau terus,” paparnya.

KRONOLOGIS KEJADIAN

Untuk diketahui, Basarnas Pos SAR Tarakan menginformasikan, musibah itu terjadi pada pukul 09.40 Wita, dimana SB Rejeki Baru Kharisma berangkat dari Pelabuhan SDF Tarakan menuju Tanjung Selor dengang Nahkoda, Boket (Pemilik Speedboat), dan tiba tiba mengalami musibah terbalik.

Sementara berdasarkan keterangan dari penumpang yang selamat, bahwa speedboat berangkat dari Pelabuhan SDF sekitar 10 menit, secara tiba-tiba nahkoda banting setir ke arah kanan sehingga oleng. Setelah itu, nahkoda membanting setir ke kiri, kemudian speed terbalik. Adapun jumlah total penumpang tercatat sekira 48 orang.

Adapun unsur dan sarana yang digunakan untuk evakuasi serta SAR, berasal dari berbagai instansi. Seperti, Basarnas Pos SAR Tarakan, Speed Sae Reder TNI Angkatan Laut (AL), Polisi Perairan (Polair) Kepolisian Resort (Polres) Tarakan, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tarakan, KAL 07, KAL Sebatik, Speed 40 Mamburungan, Speed 200 dan 40 dari masyarakat.

Evakuasi di darat, dilakukan menggunakan sejumlah kendaraan menuju RSUD Tarakan. Kendaraan yang digunakan, yakni Ambulance TNI AL 2 unit, Polres Tarakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) PP dan PL Pelabuhan Klas II Tarakan, Klinik utama Carsa Tarakan, Puskesmas Mamburungan, RSUD Tarakan, Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan, Karantina, dan Dirjen Kes Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Pelabuhan Klas II Tarakan.

Adapun data kerugian material, di antaranya 1 unit speedboat, dan barang-barang bawaan penumpang. Sementara korban manusia, yakni meninggal dunia 10 orang (data sementara), dan penumpang yang selamat dibawa ke RSUD Tarakan untuk mendapatkan pertolongan dri medis. Selain itu, saat ini masih dilaksanakan SAR korban terbaliknya SB Sumber Rejeki Baru Kharisma di TKP kejadian.(hms)

Bagikan

Tambah Komentar