|Selasa, Oktober 17, 2017
Home » Regional » Daerah » Gubernur Kaltara Berharap Pembangunan Bandara Tanjung Harapan Segera Selesai

Gubernur Kaltara Berharap Pembangunan Bandara Tanjung Harapan Segera Selesai 

tiny_20170531045922
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Perpanjangan landasan pacu atau runway Bandar Udara (Bandara) Kelas III-C Tanjung Harapan Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), 1.400 meter menjadi 1.600 meter terus dikerjakan.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kaltara Taufan Madjid mengatakan, dengan runway sepanjang 1.600 meter, Bandara Tanjung Harapan dapat segera didarati pesawat jenis ATR-72 milik Lion Group dan Garuda Indonesia. Spesifikasinya, ATR-72 memiliki kapasitas penumpang sekitar 78 orang. “Saat ini masih tahap proses kepengurusan surat izin, untuk membuka rute Balikpapan-Tanjung Selor dan seterusnya, juga sebaliknya. Kemungkinan besar Lion Group yang akan mulai dan secepatnya izinnya berproses,” kata Gubernur, baru-baru ini.

Dari pelaksanaan perpanjangan sendiri, proses pematangan lahan dengan pengurugan sudah hampir selesai. Setelah selesai, lahan akan dilapisi aspal dan dipagari hingga 2.400 meter mengelilingi bandara guna menjadi kawasan keselamatan bandara. “Penimbunan sudah selesai, tinggal menunggu material. Kalau sudah datang, langsung dilapisi tanahnya, kemudian dilanjutkan pembuatan pagar 2.400 meter kanan dan kiri. Mudah-mudahan sebelum Oktober sudah bisa selesai,” ujar Irianto.

Irianto berharap, saat beroperasi nanti, Bandara Tanjung Harapan dapat didarati dua arah yakni landing dan take off. Untuk merealisasikannya, harus dilakukan pemangkasan bukit di salah satu ujung runway di Jalan Agatis tersebut. “Harapan kita bisa didarati dua arah dengan baik, karena arah angin bisa berubah-ubah. Rencananya, bukit yang ada ini memang akan dipangkas 200 meter mengarah ke Jalan Jambu untuk sisi keamanan bandara,” papar Irianto.

Tidak hanya itu, menurut Gubernur, saat ini juga masih berproses pengurusan pembebasan lahan 22 hektare sebelah timur yang direncanakan untuk pembangunan terminal bandara. “Rencananya terminal dipindahkan. Tapi kewenangannya nanti apakah ke kabupaten atau ke provinsi, kita tunggu saja prosesnya,” tuntasnya.(hms)

Bagikan

Tambah Komentar