|Minggu, Juni 25, 2017
Home » Regional » Daerah » Gubernur Kaltara Kumpulkan Pengusaha, Samakan Persepsi Soal CSR

Gubernur Kaltara Kumpulkan Pengusaha, Samakan Persepsi Soal CSR 

tiny_20170417100953
Bagikan

Kabarone.com, Tanjung Selor – Bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Gubernur di Jl Enggang, Tanjung Selor, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengundang seluruh pimpinan perusahaan yang ada di provinsi ini, untuk melakukan silaturahmi pada Jumat (14/4) malam.

Dalam acara silaturahmi yang digelar dengan penuh keakraban tersebut, gubernur menyampaikan beberapa hal penting. Salah satunya menyamakan persepsi mengenai kewajiban perusahaan terhadap daerah atau lingkungan sekitar atau yang disebut Corporate Social Responsibility (CSR). Gubernur menginginkan agar ada kesepahaman bersama.

Disampaikan Irianto, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, diwajibkan kepada perseroan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Di mana pelaksanaan CSR ini, seyogianya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing perusahaan dan kebutuhan masyarakat.

“Jika semua pihak memiliki komitmen yang sama, Insya Allah, tujuan pembangunan untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat dan mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan masa akan datang bisa tercapai,” ujar Irianto di depan puluhan pimpinan maupun perwakilan perusahaan yang hadir dalam acara tersebut.

Tujuan lain dari pertemuan tersebut, kata Irianto, juga dalam rangka mensinergiskan program-program Pemerintah Daerah (Pemda) dengan program CSR perusahaan agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Tentu, peran masyarakat juga diperlukan dalam upaya memperoleh rasa aman dan kelancaran bagi perusahaan dalam berusaha,” ucapnya.

Lebih jauh Irianto menginginkan, agar perusahaan-perusahaan yang ada di Kaltara bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Sebab, hal ini memang sudah kewajiban perusahaan, sesuai undang-undang.

Sejauh mana peran perusahaan, dicontohkannya di sejumlah kota di Indonesia dan beberapa negara lain sudah berjalan dengan baik.  Banyak fasilitas kota atau daerah, bahkan infrastruktur yang dibangun oleh pihak swasta. Irianto pun berharap hal serupa juga dilakukan oleh setiap perusahaan di Kaltara.

“Di Singapura, termasuk di beberapa kota di Indonesia banyak fasilitas yang dibangun oleh swasta. Seperti taman, fasilitas publik, kesehatan, pendidikan dan lain-lainnya, saya yakin di Kaltara hal ini bisa dilakukan. Saya tidak meminta, yang saya inginkan adalah komitmen dari pihak swasta yang ikut membangun daerah di Kaltara,” kata Irianto.

Dalam kesempatan itu disampaikan juga kepada seluruh pihak perusahaan, utamanya yang tidak hadir atau hanya diwakilkan dalam pertemuan silaturahmi tersebut, agar dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya bisa hadir dan tidak diwakilkan.

“Pertemuan ini sudah direncanakan lama, ini sangat penting. Tolong disampaikan kepada pimpinan perusahaan masing-masing agar tidak menyepelekan hal-hal seperti ini. Pemerintah adalah regulator, yang mengatur, jadi perusahaan harus patuh pada yang mengaturnya, dalam hal ini pemerintah,” urainya.

Untuk diketahui, dari puluhan perusahaan yang diundang dalam pertemuan tersebut, sebagian besar dihadiri oleh perwakilannya saja. Bahkan beberapa di antaranya, tidak ada perwakilannya yang hadir.(humas)

Bagikan

Tambah Komentar