|Kamis, Agustus 17, 2017
Home » Regional » Daerah » Gubernur Minta Stok dan Distribusi Bahan-bahan Pokok Diawasi Jelang Ramadhan Hingga Idul Fitri

Gubernur Minta Stok dan Distribusi Bahan-bahan Pokok Diawasi Jelang Ramadhan Hingga Idul Fitri 

tiny_20170415105135
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie menginginkan ada dibentuk tim terpadu lintas sektoral yang akan mengawasi stok dan distribusi barang, serta menjaga kestabilan harga bahan-bahan kebutuhan pokok di Kaltara. Utamanya menjelang puasa hingga hari raya Idul Fitri nanti.

Demikian disampaikan Irianto usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok, menjelang puasa, dan hari raya Idul Fitri di Tarakan, Rabu (12/04). Melalui tim yang melibatkan dari beberapa instansi terkait, seperti Bulog, Disperindagkop, dan lainnya, termasuk kepolisian ini akan mengawasi distribusi kebutuhan pokok di Kaltara.

“Yang perlu dilakukan, salah satunya adalah menjaga kestabilan harga. Beras misalnya, kan sudah ada patokan harga sekitar Rp 12.000. Sementara di Kaltara masih berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 15.000. Itu salah satu yang dibicarakan dalam Rakor. Mencari bagaimana solusinya. Kerja sama dengan bulog, pemerintah harus melakukan intervensi pasar. Paling tidak selisih Rp 500 di atasnya masih wajar,” ujar Irianto.

Hal lain yang diperhatikan adalah, mengantisipasi adanya distributor-distributor nakal yang menimbun barang. Maka dari itu, salah satu tugas dari tim tadi adalah mengawasi distribusi barang, maupun mengantisipasi adanya penyimpangan-penyimpangan. “Makanya perlu ada inpeksi nanti oleh tim. Tak hanya itu, juga perlu ada pemeriksaan barang kedaluwarsa, timbangan, serta mengecek gudang-gudang distributor untuk memastikan stok bahan kebutuhan pokok masyarakat mencukupi,” ungkapnya.

Begitu juga dalam hal transportasi, diharapkan cargo-cargo yang mengangkut kebutuhan pokok mendapat prioritas. Agar distribusi stok lancar.

Sementara itu, dalam Rakor kemarin gubernur menekankan kepada para peserta untuk serius mengikuti. Mengingat persoalan yang dibahas penting, karena menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, peserta yang hadir diharap tidak diwakili.

Gubernur meminta Kepala disperindagkop, Distributor wajib hadir, dan tidak diwakilkan. “Termasuk dari Bulog, saya minta kepala perwakilannya yang hadir. Jangan stafnya, harus yang bisa mengambil keputusan,” tegas Irianto dalam sambutannya.

Persoalan kebutuhan pokok, utamanya pangan sangatlah penting. Irianto mengatakan, warga Indonesia patut bersyukur, karena hidup di daerah yang subur, banyak menghasilkan bahan pangan.

Banyak negara-negara lain yang kesulitan pangan. Bahkan, ungkap Irianto, baru-baru ini PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) merilis, ada 20 juta masyarakat terancam kelaparan. Seperti di negara Somalia, Sudan, Suriah dan beberapa negara yang ditimpa konflik lainnya. “Makanya, saya anggap acara seperti ini sangat penting. Karena membahas agar jangan sampai distribusi terganggu, serta stok pangan dapat terpenuhi,” ujarnya.

Pemerintah pusat pun menganggap penting rapat koordinasi ini, hingga menghadirkan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI dalam kegiatan tersebut. “Sekali lagi saya harapkan rapat koordinasi ini dijalankan dengan sungguh-sungguh. Begitu juga dengan implementasinya di lapangan nanti. Koordinasi dan komunikasi antara Disperindagkop Provinsi dan kabupaten/kota harus terjalin dengan baik,” pungkasnya. (humas)

Bagikan

Tambah Komentar