|Sabtu, Agustus 19, 2017
Home » Regional » Daerah » H-7, Posko Angkutan Lebaran Mulai Didirikan

H-7, Posko Angkutan Lebaran Mulai Didirikan 

tiny_20170612084703
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) bersama beberapa instansi terkait, menggelar rapat persiapan menghadapi arus mudik dan balik lebaran 2017. Pertemuan yang dilangsungkan di ruang rapat Bandar Udara (Bandara) Juwata Tarakan, Jumat (09/06) dipimpin oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun.

“Rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam operasi angkutan lebaran tahun ini, meliputi pengamanan, pemantauan dan pengawasan arus mudik angkutan lebaran di tiap daerah di Kaltara,” kata H Badrun.

Dikatakan, penyelenggaraan pengamanan, pemantauan dan pengawasan angkutan lebaran itu digelar pada H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. “Jadi, sekitar tanggal 18 Juni hingga 3 Juli,” jelasnya.

Pada rapat tersebut, kata Badrun, terpapar prediksi puncak arus mudik angkutan jalan berlangsung mulai H-3, dan puncak arus balik pada H+3. Sementara, puncak arus mudik angkutan laut mulai H-4, dan puncak arus baliknya H+3. Begitu pula dengan puncak arus mudik angkutan udara pada H-4, dan puncak arus balik H+3.

“Mulai H-7 hingga H+7 sudah mulai didirikan Posko Angkutan Lebaran dengan tugas pengamanan, pemantauan dan pengawasan arus mudik dan arus balik. Ini melibatkan sejumlah instansi yang terkait, utamanya dari kepolisuan,” papar Badrun.

Wilayah yang akan didirikan Posko Angkutan Lebaran Pemprov Kaltara, meliputi posko angkutan jalan pada 3 terminal, posko angkutan penyeberangan laut yang meliputi 3 pelabuhan feri dan 5 pelabuhan speedboat, posko angkutan laut pada 2 pelabuhan, dan posko angkutan udara pada 6 bandara di Kaltara.

“Khusus angkutan jalan (darat), informasi Dishub, untuk jalan poros lintas Bulungan-perbatasan Berau kondisinya mulai relatif hingga cukup baik dengan 16 DRK (Daerah Rawan Kecelakaan). Sementara, untuk jalan poros lintas Bulungan-Malinau, kondisinya bervariasi, ada yang sangat buruk dan banyak lokasi rawan longsor, namun ada juga yang relatif baik bahkan sangat baik. Di jalan poros ini, dideteksi 5 DRK dan 1 area rawan longsor yang saat ini sedang dalam proses perbaikan,” urai Badrun.

Badrun menyebutkan, prediksi jumlah penumpang angkutan umum jalan mencapai 2.003 atau bertumbuh hingga 8,2 persen dari tahun sebelumnya. Sementara angkutan umum penyeberangan, diduga bertumbuh hingga 3,54 persen, angkutan umum laut 3,02 persen dan udara 7,2 persen. Untuk angkutan pribadi, prediksi untuk mobil pribadi, pertumbuhannya mencapai 15,1 persen dan sepeda motor 14,3 persen. (hms)

Bagikan

Tambah Komentar