|Selasa, September 26, 2017
Home » Regional » Daerah » Hadiri Halal Bi Halal dan Syukuran HUT KNPI, Gubernur Kaltara Sampaikan Beberapa Hal Penting

Hadiri Halal Bi Halal dan Syukuran HUT KNPI, Gubernur Kaltara Sampaikan Beberapa Hal Penting 

tiny_20170801083246
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr Ir H Irianto Lambrie menyampaikan sejumlah hal penting saat menghadiri Halal Bi Halal dan Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) gelaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Provinsi Kaltara di Gedung Graha Pemuda Kota Tarakan, Minggu (30/7) malam. Yakni, mengenai keberadaan pemuda dan KNPI, persoalan terbesar kehidupan millenia ini, serta cara menyikapi dan solusinya.

Dijelaskan Irianto, dirinya sudah terlibat aktif dalam KNPI sejak 1982. Kala itu, ketua DPD KNPI Kalimantan Timur (Kaltim)—Provinsi Kaltara belum pemekaran—adalah H Awang Faroek Ishak (Gubernur Kaltim saat ini). “Sampai generasi saat ini, rasanya persaudaraan yang terbina didalam KNPI tetap terjaga. Dimana saja, jika merupakan alumni kader KNPI selalu saling bersilaturahmi,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai ketua DPD KNPI Kaltim pada 1991 ini.

KNPI sudah banyak menelurkan kader bangsa yang profesional dan potensial. Disamping itu, juga memiliki wawasan nasional yang cukup tinggi. Di Kaltara sendiri, ada beberapa alumni KNPI yang telah berhasil menjadi pemimpin daerah. “Yang tak kalah penting, sebagai kader bangsa, harus mengingat masalah terbesar yang dihadapi masa lalu maupun masa kini itu sama. Yakni, diri kita sendiri, atau manusia. Pasalnya, ada manusia yang susah diurus, bahkan hingga menimbulkan kehancuran,” urainya.

Saat ini, persoalan pertumbuhan penduduk menjadi perhatian seluruh dunia. Menurut Irianto, jika tak dikendalikan maka pada 2030 penduduk dunia akan mencapai 8,5 miliar. Sementara itu, bumi yang semakin renta. “Tiap tahun, penduduk bumi bertambah sekitar 83 juta. Dimana penduduk terpadat ada di Cina, dan Indonesia berada di urutan keempat,” ucap Gubernur.

Mengiringi pertumbuhan penduduk itu, persoalan kesehatan, sandang dan pangan muncul. “Manusia yang dibutuhkan dunia saat ini, adalah manusia yang sehat fisik dan batinnya. Tapi, faktanya, masih ada sekitar 20 juta penduduk bumi yang terancam kelaparan, sebagai akibat dari kesulitan ekonomi, perperangan dan lainnya,” ungkap Irianto, seraya menuturkan, implikasi dari kesulitan ekonomi itu, muncul perkara baru yang mengancam manusia. Yakni, perdagangan ilegal organ tubuh manusia, perdagangan orang dan lainnya.

Dipaparkan Gubernur, Indonesia sebagai salah satu dari 9 negara penyumbang pertumbuhan penduduk tertinggi di dunia, patut bersiap diri menghadapi berbagai persoalan yang bakal menimpa. “Dari 7,6 miliar penduduk dunia saat ini, 4,47 miliarnya berada di Asia. Asia meski padat, tapi jauh lebih beruntung dari negara lainnya. Contohnya, Kaltara yang dilimpahi sinar matahari, sumber daya alam, sungai dan lainnya yang berpotensi sebagai sumber energi, sandang dan papan. Tinggal kita pandai-pandai mengelolanya saja,” ungkapnya.

Dalam urusan pengelolaan sumber daya tadi, Irianto memberikan masukan kepada seluruh masyarakat Kaltara. Yakni, tentang pentingnya memilih pemimpin yang tepat. “Saya imbau pilihlah pemimpin yang cerdas, teruji, dan tidak hanya pandai pencitraan. Selain itu, seorang pemimpin haruslah berani. Berani disalahkan, berani berinovasi dan mengambil keputusan,” jelas Irianto.

Sejalan dengan itu, Gubernur menegaskan arahan Presiden Joko Widodo mengenai pentingnya Indonesia meningkatkan daya saing. “Peningkatan daya saing dapat diperoleh melalui perbaikan karakter diri, membangun sikap produktivitas yang baik, siap bekerja keras dan selalu memanfaatkan fasilitas yang diberikan dengan tepat. Namun, hal terpenting adalah selalu ingin berinovasi dan berkreativitas, sebab dua hal inilah yang menentukan keberhasilan manusia, daerah, juga negara,” tuntasnya.(md)

Bagikan

Tambah Komentar