|Minggu, Juni 25, 2017
Home » Regional » Daerah » Hari Pendidikan Nasional Di Bojonegoro, Dihadiri 2020 Anak Putus Sekolah

Hari Pendidikan Nasional Di Bojonegoro, Dihadiri 2020 Anak Putus Sekolah 

20170502_153351
Bagikan

Kabarone.co, mBojonegoro – Ketika beberapa daerah di Indonesia melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional pagi tadi, maka di Kabupaten Bojonegoro Peringatan Hari Pendidikan Nasional berbeda. Ya upacara dilaksanakan sore hari. Tak Hanya itu upacara diikuti dan dihadiri oleh anak-anak usia sekolah 7-19 tahun yang tidak mengenyam pendidikan atau putus sekolah. Diperkirakan 2020 anak anak putus sekolah akan hadir dan menjadi saksi peringatan hari pendidikan nasional, Selasa (2/5) sore nanti di Stadion Letjend Sudirman Bojonegoro.
Dari 52 ribu anak usia sekolah disemua tingkatan, terdapat 8000 anak anak tersebut yang tidak bersekolah dengan beragam hal mulai ada yang menderita sakit, keterbatasan biaya atau akses sekolah yang jauh membuat mereka memilih untuk tidak meneruskan pendidikan. Belum lagi faktor – faktor lain yang menjadi alasan untuk memilih bekerja membantu meringankan beban hidup kedua orang tua ataupun karena pilihan menikah di usia dini. Sore ini 2020 anak –anak tersebut akan menjadi bagian kisah peringatan Hari pendidikan Nasional di Kabupaten Bojonegoro. Tak hanya siswa upacara ini akan dihadiri oleh seluruh Kepala Desa diwilayah Bojonegoro, tenaga kependidikan, wali amanah desa serta jajaran lintas sektoral lainnya. Hal menarik lainnya adalah upacara ini tak berseragam namun mereka diberi kebebasan menggunakan pakaian batik serta bebas apakah bersepatu ataukah menggunakan sandal. Yang penting semangat menjadi bagian reformasi pendidikan di Bojonegoro jauh lebih utama dari sekedar sebuah seragam dan atributnya.
Upacara yang akan berlangsung di Stadion Letjend Sudirman Bojonegoro nantinya akan dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Drs. H. Suyoto, MSi dan Wakil Bupati Bojonegoro, Drs. H. Setyo Hartono, Forum Pimpinan Daerah dan organisasi sebagai mitra Pemerintah Kabupaten. Selain itu ada pembacaan deklarasi Wajib belajar 14 Tahun.
Bupati Bojonegoro, Kang Yoto dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut sert mensukseskan kegiatan ini. Bupati menegaskan dirinya sudah ratusan kali mengikuti upacara namun upacara kali ini adalah yang membuat merinding apalagi saat pembacaan ikrar tekad untuk kembali sekolah. Bupati dalam kesempatan ini menyampaikan tentang tanggungjawab kita kepada Allah SWT tentang pentingnya meningkatkan kemampuan generasi. Salah satunya adalah bagaimana kita harus meninggalkan sebuah generasi yang kuat baik secara fisik maupun memiliki kecakapan hidup mereka. Bupati kepada seluruh peserta upacara menyampaikan tujuh pesan agar mampu menjadi orang orang yang sukses . Diantara tujuh pesan tersebut adalah memiliki ketrampilan berpikir kritis bukan berpikir sinis. Yakni generasi yang mengedepankan sebab akibat dan tak lelah untuk menemukan solusi. Selanjutnya adalah berpikir inovatif dan kreatif serta senantiasa berpikir bahagia.
Dalam kesempatan ini Bupati juga mencanangkan wajib belajar 14 tahun yakni dua tahun di jenjang taman kanak kanak, 6 tahun dijenjang pendidikan dasar dan masing masing 3 tahun di jenjang pendidikan menengah dan atas. Selanjutnya Bupati juga berkenan menyerahkan piagam penghargaan kepada tenaga pendidik berprestasi dI Bojonegoro.( Dan)

Bagikan

Tambah Komentar