|Selasa, Oktober 17, 2017
Home » Regional » Daerah » Jelang Arus Mudik, Gubernur Kaltara Himbau Angkutan Umum Perhatikan Keselamatan

Jelang Arus Mudik, Gubernur Kaltara Himbau Angkutan Umum Perhatikan Keselamatan 

tiny_20170607081505
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie mengimbau kepada para pemilik atau pelaku usaha angkutan umum, baik darat maupun laut dan sungai, untuk memperhatikan keselamatan. Apalagi menjelang arus mudik lebaran, yang diprediksi akan terjadi peningkatan penumpang yang signifikan.

Irianto mengatakan, melihat geografis Kaltara jalur transportasi yang paling menjadi perhatian adalah angkutan laut dan sungai. Karena masyarakat lebih banyak menggunakan sarana transportasi air, dibanding darat.

“Kalau di Kaltara lebih banyak menggunakan moda transportasi air. Utamanya menggunakan speedboat. Makanya untuk arus mudik lebaran nanti, fokus utama pengamana memang ke jalur laut dan sungai. Meski demikian, bukan berarti darat diabaikan,” kata Irianto lagi.

Dikatakan, berdasarkan laporan dari Dinas Perhubungan, selama ini secara kontinue telah melakukan penertiban dan pengawasan terhadap armada maupun penumpang speedboat, baik tujuan Tanjung Selor-Tarakan dan sebaliknya maupun dari Tarakan ke kabupaten lain di Kaltara.

Mendekati arus mudik dan balik lebaran tahun ini, kata Irianto pengawasan dan penertiban harus lebih ditingkatkan. Utamanya terhadap speedboat kecil yang ukurannya di bawah standar untuk berlayar di laut (mesin 200 PK).

“Syaratnya speedboat yang boleh menyebrang laut (ke Tarakan) mesin dua di atas 200 PK. Jadi yang mesin 200 PK itu tidak boleh. Selama ini kita sudah keluarkan imbauan untuk itu,” kata Kepala Dishub Kaltara Taufan Madjid menambahkan.

Selain ukuran speedboat, penggunaan alat keselamatan bagi penumpang selama ini juga masih belum sepenuhnya ditaati. “Saya melihat keamanan dan kenyamanan belum terjamin. Jadi perlu ada penertiban, mulai dari penggunaan pelampung dan sebagainya. Termasuk dalam hal kenyamanan. Ke depan, kita usahakan semua speedboat diatur tempat duduknya yang nyaman, kalau bisa menggunakan pendingin ruangan. Sementara baru beberapa armada yang sudah melakukan,” bebernya.

Irianto menambahkan, pada puncak arus mudik dan balik nanti, pihak Dishub juga akan menambah jadwal pemberangkatan speedboat sesuai permintaan beberapa pihak. Rencananya, jadwal keberangkatan dimulai sejak pukul 07.00 Wita hingga 17.00 Wita.  “Melalui Dishub sudah komunikasikan dengan para pengusaha speedboat. Mereka menyatakan siap menambah armada (cadangan), jika memang nanti diperlukan,” tandasnya.

Terkait persoalan izin penambahan jadwal, Taufan menyebutkan, pemilik speedboat juga telah mendapat rekomendasi dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan.

Sementara itu, pada transportasi darat, Irianto mengatakan, jalur yang menjadi perhatian utama adalah jalur Kaltim – Kaltara (Bulungan – Berau). Kondisi Jl Trans Kalimantan yang belum mulus, baik menghubungkan Kaltim-Kaltara maupun antardaerah di wilayah Kaltara, dikhawatirkannya tak hanya menghambat arus mudik lebaran nanti. Namun juga bisa menghambat aktivitas perekonomian.

Diakuinya, selama ini, sebagian kebutuhan bahan pokok warga Bulungan, Malinau maupun Tana Tidung dipasok dari wilayah Kaltim melalui jalan darat. Sementara masih banyak ditemui titik-titik rawan longsor di sepanjang jalan Trans Kalimantan.

“Kami menginginkan agar Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII di Balikpapan, Kaltim, membuat dan menyiagakan personel di pos-pos sepanjang jalan Trans Kalimantan, terutama di titik-titik rawan longsor. Fungsinya untuk penanganan darurat ketika ada jalan yang amblas atau longsor,” ujarnya.

Terkait dengan persiapan menjelang arus mudik, Taufan menambahkan, pihaknya bersama kepolisian dan Dinas Pekerjaan Umum pun tetap memantau di jalan Trans Kalimantan selama Ramadan ini hingga Lebaran Idulfitri, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jalan longsor yang dapat menghambat distribusi kebutuhan pokok. (hms)

Bagikan

Tambah Komentar