|Selasa, Oktober 17, 2017
Home » Regional » Daerah » Pembangunan Jembatan Bulan Dapat ‘Lampu Hijau’ Dari Pemerintah Pusat

Pembangunan Jembatan Bulan Dapat ‘Lampu Hijau’ Dari Pemerintah Pusat 

tiny_20170528082416
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah merespons positif rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) membangun Jembatan Bulungan – Tarakan (Bulan), yang akan menghubungkan Pulau Tarakan dengan daratan Pulau Borneo (pulau besar Kalimantan).  Hal ini dibuktikan dengan disetujuinya alokasi dana untuk membuat desain jembatan sepanjang kurang lebih 7 kilometer tersebut.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, rencana pendanaan pembuatan desain Jembatan Bulan dipastikan sudah clear tahun ini. Karena pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas telah memasukkan alokasi anggarannya ke APBN. “Untuk alokasi anggaran sudah clear. Kemungkinan 2018 nanti sudah dimulai penyusunan desain jembatan,” ungkapnya, belum lama ini.

“Diawali dengan membuat desain dulu. Soal pendanaannya bagaimana, nanti dari pusat melalui Kementerian PU (Pekerjaan Umum) yang akan mengatur. Nanti kementerian PU yang akan melakukan lelang. Yang jelas, alokasi anggaran sudah ada. Dari Bappenas sudah menyetujui,” lanjut Irianto yang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUTR Perkim) Kaltara, Suheriyatna.

Gubernur mengatakan, pembuatan desain ini diperkirakan memakan waktu satu hingga dua tahun lamanya. Termasuk biaya yang dialokasikan, juga lumayan besar. Karena desain yang akan dibuat, meliputi semuanya. “Desain bukan hanya FS (feasibility study), bukan hanya Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan). Namun juga meliputi penyelidikan tanah, air dan lain-lainnya,” kata gubernur lagi. Oleh karena dalam tahap awal pembangunan jembatan ini, perlu dukungan dari pemerintah daerah. Baik dari kabupaten/kota maupun provinsi. Utamanya terkait menganai penyediaan lahan.

Ditambahkan, melalui jembatan ini nantinya bisa multifungsi. Selain sebagai jalan penghubung, juga digunakan untuk pipanisasi SPAM (sistem penyediaan air minum) Regional dari daratan Kalimantan ke Pulau Tarakan dan Bunyu. Termasuk juga jaringan listrik dari PLTA yang akan dibangun di Peso, Kabupaten Bulungan.

“Ada keinginan kita mengusulkan SPAM Regional ini masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Sehingga bisa mendorong juga percepatan pembangunannya. Pertimbangannya, untuk mengatasi krisis air baku di wilayah kepulauan seperti Tarakan dan Bunyu di masa mendatang. Airnya kita ambil dari daerah Sekatak,” terangnya lagi.

Untuk diketahui, rencana pembangunan jembatan yang diproyeksikan menjadi terpanjang di Indonesia itu, pemerintah telah melakukan studi kelayakan dengan melibatkan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Studi yang dilaksanakan secara komprehensif, dengan melakukan pengumpulan data primer di lapangan dan sekunder yang selanjutnya dianalisis untuk mencari alternatif trase atau jalan raya atau sering disebut sumbu jalan.

Selain analisis tata ruang dan pergerakan, kelayakan lingkungan, geologi, sipil dan jembatan, LAPI ITB juga melakukan analisis kelayakan ekonomi.

Bentang jembatan Bulan yang mencapai enam kilometer, dari trase Pulau Tarakan menyeberang ke Pulau Sadau, Pulau Payau hingga Liago. Secara keseluruhan panjam jembatan diperkirakan mencapai 7 kilometer lebih.

Pemerintah Provinsi juga sudah memulai pembangunan jalan penghubung ke jembatan Bulan. Pembangunan jalan yang didanai melalui APBD Provinsi Kaltara itu sudah dimulai sejak tahun lalu. Panjang jalan penghubung dari titik Jalan Trans Kalimantan ke titik terdekat jembatan mencapai kurang lebih 60-an kilometer.

Irianto menambahkan, pembangunan jembatan ini untuk kepentingan generasi yang akan datang. “Harus diakui juga, waktu penyelesaiannya memang cukup lama, yang penting bisa dirasakan generasi mendatang manfaatnya,” ungkap Irianto lagi.

Manfaat ekonomi yang akan dirasakan masyarakat, dengan adanya Jembatan Bulan bersifat “multiplier effects”. Di antaranya merangsang naiknya permintaan barang dan jasa, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya dengan harga lebih terjangkau.

Ditegaskannya, berbagai aktivitas perekonomian akan berkembang. Di antaranya sektor pertanian, industri, perdagangan dan jasa. Jembatan Bulan juga berdampak pada kelancaran arus barang keluar dan masuk dari Tarakan menuju daerah daratan Kalimantan, seperti Bulungan, Tana Tidung dan Malinau. (hms)

Bagikan

Tambah Komentar