|Selasa, September 26, 2017
Home » Regional » Daerah » Pemprov Kaltara Realisasikan Program Bantuan Rehabilitasi 1500 Unit Rumah Warga

Pemprov Kaltara Realisasikan Program Bantuan Rehabilitasi 1500 Unit Rumah Warga 

tiny_20170616082115
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) untuk 1500 warga di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai direalisasikan. Bantuan untuk rehabilitasi rumah ini, dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-Perkim) terhadap rumah warga yang sudah tidak layak huni (RTLH). Alokasi anggaran yang disiapkan Rp 27,3 miliar. Di mana masih-masing rumah diberikan bantuan sekitar Rp 15 juta.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, anggaran untuk program ini berasal dari APBN dan APBD Kaltara 2017. Sistem perbantuannya, dengan swakelola. Di mana, pemerintah memberikan bantuan dana, untuk pengerjaan dilakukan oleh pemilik rumah sendiri. “Sistemnya setiap rumah yang mendapatkan bantuan dibukakan rekening. Kemudian nanti dana langsung ditransfer ke rekening tersebut, dengan jumlah sesuai hasil penghitungan material yang dibutuhkan. Dan perlu diketahui, uang tersebut nanti langsung diberikan kepada pihak suplier yang menyuplai bahan-bahan bangunan yang diperlukan itu,” terang Irianto yang didampingi kepala Dinas PUPR-Perkim, Dr Suheriyatna.

Lebih jauh, gubernur menguraikan, sebelum direalisasikan bantuan stimulan perumahan tersebut, ada tim yang melakukan verifikasi dan penilaian ke rumah-rumah warga yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan. “Setelah dinilai, kemudian dihitung material apa saja yang diperlukan, berapa biayanya. Jadi bantuan yang diberikan berbeda, tidak sama antara rumah yang satu dengan yang lain. Disesuaikan dengan biaya material yang diperlukan,” ungkapnya. Disebutkan, dalam program ini, Pemprov Kaltara menunjuk Bank Kaltim sebagai bank penyalur bantuannya.

Diterangkan, BSPS adalah fasilitasi pemerintah berupa bantuan stimulan untuk pembangunan atau peningkatan kualitas rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yaitu masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah untuk memperoleh rumah yang layak huni.

Rumah tidak layak yang akan direnovasi, lokasinya tersebar di kabupaten/kota. Dengan sebaran untuk Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan memiliki porsi lebih banyak dari kabupaten/kota lainnya (data selengkapnya lihat grafis).

Irianto menyebutkan, program BSPS ini merupakan program yang ke-2 kalinya, setelah program yang sama sebelumnya sudah terlaksana pada 2016 lalu. Untuk BSPS 2017, saat ini sudah mulai berjalan. Bahkan beberapa rumah telah selesai direhab. “Untuk penyerahan secara simbolis, telah dilakukan oleh Pak Gubernur di sela acara buka puasa Ramadan di rumah jabatan. Pelaksanaan rehab setelah Lebaran,” timpal Suheriyatna.

Dijelaskan, program ini berkelanjutan dan diperuntukkan lebih kepada masyarakat berpenghasilan rendah (menurut standar UMR daerah), sehingga berbeda dengan program serupa yang juga pernah dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Kaltara.

Dalam kesempatan itu, Irianto menghimbau kepada bupati dan walikota yang masyarakatnya menerima bantuan BSPS, agar turut memantau proses pemberian bantuan tersebut sehingga tepat sasaran dan dimanfaatkan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Bantuan tersebut, imbuhnya, akan terus diberikan secara berkelanjutan di tahun – tahun yang akan datang untuk setiap daerah. Diharapkan melalui bantuan tersebut seluruh masyarakat nantinya akan mendapatkan rumah yang layak huni. “Yang belum dapat tahun ini, insyaallah bisa mendapatkan di tahun berikutnya. Karena anggaran terbatas, tidak bisa sekaligus,” tambahnya. (hms)

Bagikan

Tambah Komentar