|Sabtu, Agustus 19, 2017
Home » Regional » Daerah » Pemprov Kaltara Waspadai Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan

Pemprov Kaltara Waspadai Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Ramadhan 

tiny_20170415103304
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Jelang Ramadan 1438 Hijriah / 2017 Masehi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) bersiap diri menghadapi lonjakan permintaan akan kebutuhan pokok seperti beras, tepung, minyak goreng dan gula yang diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan di pasaran, lebih dari bisasanya.

Terkait soal ini, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, H Badrun menyebutkan, instansi yang mengurusi bidang perekonomian, minimal sebulan sebelum Ramadhan tiba, sudah melakukan pemantauan dan menganalisa kemungkinan pelonjakan permintaan hingga menimbulkan pelonjakan harga yang ditetapkan sepihak oleh pedagang.

Selain naiknya harga, yang diwaspadai oleh Pemprov adalah penimbunan stok kebutuhan pokok. “Dikhawatirkan, ada penimbunan stok kebutuhan pokok oleh pedagang di gudang-gudang penyimpanan mereka. Ini patut diawasi dan diinspeksi oleh tim,” kata H Badrun.

H. Badrun mengatakan, berdasarkan informasi  Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) diketahui bahwa stok beras dan gula pasir, aman hingga empat bulan kedepan. “Meski begitu, pengawasan tetap perlu dilakukan. Karena tak hanya kebutuhan pokok, bahan pangan lainnya, seperti untuk membuat kue dan lainnya patut menjadi perhatian,” jelas H Badrun.

Langkah lain yang perlu dilakukan Pemprov Kaltara melalui instansi terkait guna menstabilkan harga dan pendistribusian kebutuhan pokok hingga merata, adalah operasi pasar.

Sebagaimana diketahui, Perum Bulog telah menyiapkan pasokan kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2017. Secara nasional, Bulog menginformasikan stok beras yang tersedia mencapai 1,9 juta ton. Di dalam stok tersebut, juga ada pasokan beras sejahtera (Rastra) sebanyak 230.000 ton hingga 700.000 ton untuk penyaluran Rastra selama tiga bulan. Dengan begitu, bila stok 1,9 juta ton dikurangi untuk penyaluran rastra sebesar 700.000 ton, maka masih tersisa stok beras sebanyak 1,2 juta ton.

Stok beras sendiri, dapat bertambah seiring dengan terus berlangsungnya masa panen padi di berbagai wilayah. Data Kementerian Pertanian (Kementan), tim Serap Gabah Petani (SERGAP) yang dibentuk oleh Kementan bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), Perum Bulog, dan Pemerintah Daerah (Pemda) pada periode Januari hingga 25 Maret 2017 telah menyerap 754.330 ton gabah atau 377.165 ton setara beras, meningkat 420 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Pada periode Maret hingga Agustus 2017, prediksi produksi sebesar 33,64 juta ton gabah kering giling.(humas)

Bagikan

Tambah Komentar