|Minggu, Juni 25, 2017
Home » Regional » Daerah » Peringati Harkitnas, Kaltara Deklarasi Anti Hoax dan Tolak Radikalisme

Peringati Harkitnas, Kaltara Deklarasi Anti Hoax dan Tolak Radikalisme 

tiny_20170523073645
Bagikan

Kabarone.com, Tanjung Selor – Pelaksanaan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan Hari Telekomunikasi se-Dunia yang dilangsungkan di Lapangan Agatish Tanjung Selor, Senin (22/5), berjalan khidmat. Upacara dirangkaikan dengan Deklarasi Anti Hoax, Penolakan Radikalisme dan Terorisme.

Deklarasi yang ditandatangani oleh sejumlah organisasi massa (Ormas), Pemerintah Daerah (Pemda), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta perwakilan masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara) ini, bertujuan untuk menyadarkan seluruh elemen masyarakat tentang bahaya hoax, serta antisipasi masuknya paham radikalisme dan terorisme di Kaltara.

Upacara Harkitnas yang diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan para pelajar di ibukota provinsi itu, dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara Sanusi, sebagai Inspektur Upacara (Irup) mewakili Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Dalam amanatnya, Sanusi menegaskan, aspek pemerataan mendapat porsi perhatian sangat tinggi dalam program Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) H Jusuf Kalla. Pemerataan pembangunan antar wilayah hendak diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. “Pada awal 2017, meski angkanya membaik dibanding tahun sebelumnya, koefisien nisbah gini atau gini ratio yang merupakan ukuran kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk masih sekitar 40 persen,” ucap Sanusi saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara.

Sanusi mengatakan, inovasi digital membuat manusia dihadapkan pada kejutan-kejutan dan tatacara baru dalam berhimpun dan berkreasi. Sebagian menguatkan, ada juga yang mengancam ikatan-ikatan berbangsa. Namun, semua harus tetap berpihak mendahulukan kepentingan bangsa di tengah gempuran lawan-lawan. “Semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar. Justru kian tunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa hingga kini. Semangat itu sudah tercetus dan ditandai berdirinya Boedi Oetomo,” jelas Sanusi.

Tema Harkitnas ke-109/2017 yakni Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional adalah pesan tepat yang tak hanya tertanam di dalam hati. Namun, segera diwujudkan melalui strategi, kebijakan dan implementasi dalam pelayanan kita kepada masyarakat dan bangsa.

Hadir dalam upacara tersebut, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kaltara Marten Sablon, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan para pejabat teras di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara. Selain Deklarasi Anti Hoax, serta Penolakan Terorisme dan Radikalisme, dalam kesempatan itu juga diserahkan hadiah juara cerdas cermat tentang Pancasila yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltara. Rangkaian kegiatan Harkitnas ditutup dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Telabang Bangsa, Tanjung Selor yang berada tak jauh dari Lapangan Agatish.(hms)

Bagikan

Tambah Komentar