|Kamis, Agustus 17, 2017
Home » Regional » Daerah » Program 10.000 Ha Jagung Pemerintah Konut di Kritisi

Program 10.000 Ha Jagung Pemerintah Konut di Kritisi 

Rundu,  Warga Kelurahan Wanggudu,  Kritisi Program Jagung Konut. ( Andi Jumawi )
Bagikan

Kabarone.com, Konawe Utara – Program pemerintah Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra), sepuluh ribu hektar jagung di kritisi, hal ini di dasari dengan adanya kerugian sejumlah petani di daerah ini pasca penanaman jagung hibrida.

“kami selaku masyarakat di Konawe Utara menganggap program pemerintah Konawe Utara berupa penanaman jagung sepuluh ribu hektar tidak tepat dan bisa di katakan gagal atau tidak berhasil,”kata Rundu salah satu warga Konut.

Menurutnya, program ini tidak tepat waktunya mengingat saat ini sedang musim hujan, dan pengalaman masyarakat daerah ini masih sangat minim sehingga perlu adanya pembinaan sebelum melakukan penanaman jagung ini, akan tetapi hal ini tidak dilakukannya sehingga harapan kita tak bisa tercapai, jelasnya.

Salah satu indikator kegagalan menurut Rundu adalah, adanya sejumlah masyarakat yang mengeluarkan biaya lebih besar dari pada pendapatan atau hasil panennya. Hal ini tentunya menjadi pusat perhatian kita bersama agar kegagalan berikutnya bisa di antisipasi, terangnya.

Sementara Bupati Konawe Utara, H Ruksamin yang sempat di tanya terkait masalah program jagung ini mengatakan, ” kita anggap bahwa program ini sudah berhasil, meskipun masih belum mencapai sepuluh ribu hektar namun itu sudah kita anggap sudah berhasil karena sudah puluhan ton sudah di jual warga, jelasnya sesaat setelah keluar dari masjid As Salam Konawe Utara, Kamis (14/6).

Menurutnya, jika ada yang mengatakan hal ini gagal mungkin karena dia melihat sepihak saja, namun kita perlu lihat pula bahwa saat ini sudah banyak warga yang menanam jagung, meskipun itu masih ada kendala cuaca, akan tetapi kita yakin kedepan akan ada kemajuan minat masyarakat untuk bercocok tanam utamanya jagung,ungkapnya.

Perlu di ketahui bahwa program jagung ini merupakan program yang saat penanaman perdananya di lakukan oleh Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, karena itulah Ruksamin terus berupaya keras bagaimana bisa memaksimalkan pertanian dan penanaman jagung hibrida di daerah ini, bahkan tak tanggung-tanggung puluhan Alsintan di adakan untuk mensukseskan program ini, seperti Exacavator, Jonder dan alat lainnya, begitupun bibit, pupuk dan kemudahan pinjaman uang kredit di perbankkan sudah di jalankan semua sehingga program ini bisa berjalan.
(Andi Jumawi)

Bagikan

Tambah Komentar