|Minggu, Juni 25, 2017
Home » Regional » Daerah » Sekprov Ajak Konsultan Berpartisipasi Dalam Pembangunan Kaltara

Sekprov Ajak Konsultan Berpartisipasi Dalam Pembangunan Kaltara 

ajak-konsultan-berpartisipasi-dalam-pembangunan
Bagikan

Kabarone.com, Kaltara – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H. Badrun mengajak para konsultan untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah, terutama di Kaltara. Hal ini dikatakannya saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-I Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Kalimantan Utara, di Hotel Monaco, beberapa waktu lalu.

Badrun menyampaikan, di Kaltara terdapat sejumlah pembenahan khususnya bidang infrastruktur yang terus dikembangkan. Misalnya, Kota Tanjung Selor, yang menjadi salah satu bagian prioritas pembangunan oleh pemerintah pusat. “Kita berharap partisipasi konsultan yang tergabung dalam Inkindo, dapat membantu Kaltara agar berlari cepat agar pembangunannya dapat berjalan maksimal,” ujar Badrun.

Selain itu, keberadaan Inkindo juga sangat diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan di perbatasan. Sebab, letak geografis Kaltara sendiri sebagian terdiri dari wilayah perbatasan yang berhadapan langsung dengan Negara Malaysia. “Persoalan perbatasan menjadi isu nasional karena menyangkut harkat dan martabat bangsa Indonesia,” tambahnya.

Dikatakan Badrun, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie telah diundang Presiden pada rapat terbatas di Istana Negara pada Maret lalu. Badrun mengatakan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kaltara, pada pertemuan tersebut, lanjut Badrun, Gubernur memaparkan persoalan perbatasan di hadapan Presiden dengan durasi waktu 26 menit. “Kendati masih berusia mudaPresiden yakin bisa mengejar ketertinggalan dan maju setara dengan provinsi lainnya khususnya dengan daerah provinsi lain yang ada di Kalimantan,” jelasnya.

Dari sisi lapangan usaha, disebutkannya, 24,65 persen perekonomian Kaltara disumbang oleh sektor pertambangan dan 18,09 persen lainnya disumbang oleh sektor pertanian. Meskipun demikian, angka pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara masih pada posisi 3,75 persen akibat pengaruh fluktuasi harga komoditas, terutama komoditas hasil tambang di pasar dunia.

Berkaitan dengan masalah infrastruktur, lanjut Badrun Presiden Joko Widodo juga sangat merespons baik. Salah satunya di sektor perhubungan. Presiden meminta agar revitalisasi Bandara Juwata dan beberapa bandara lain di Kaltara. Hal ini untuk memperlancar konektivitas antar daerah di Tanah Air.

Karena itu, keberadaan Inkindo dikatakan Badrun sangat penting untuk berperan sebagai salah satu lokomotif pembangunan di Kaltara. “Mari kita bersama-sama bersinergi untuk mewujudkan pembangunan di Kaltara,” jelas Badrun. (hms)

Bagikan

Tambah Komentar