|Selasa, September 26, 2017
Home » Regional » Daerah » Tahun Depan, Malinau dan Bulungan Mulai Terapkan UN Sistem CBT

Tahun Depan, Malinau dan Bulungan Mulai Terapkan UN Sistem CBT 

UN
Bagikan

Kabarone.com, Tanjung Selor – Masa Ujian Nasional (UN) Tahun 2016 terus bergerak maju. Dipastikan bulan April 2016 mendatang, uji kompetensi akhir bagi siswa yang akan melanjutkan jenjang pendidikannya akan digulirkan.

Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri telah melakukan pencermatan di lima kabupaten/kota di Kaltara.

Hasilnya, jumlah sekolah yang akan mengikuti UN sistem computer based test (CBT) dipastikan meningkat, dari 3 sekolah (tahun 2015) menjadi 22 sekolah (tahun 2016).

Tak hanya jumlah sekolah yang meningkat. Daerah yang melaksanakan UN CBT juga berkembang.

Jika sebelumnya hanya Kota Tarakan, selanjutnya Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Malinau akan melakukan hal perdana serupa mulai April tahun depan.

 

“Hasil rapat koordinasi, sekolah yang bersangkutan sudah siap. Dan sudah kami verifikasi. Dalam waktu dekat aka nada uji coba sebelum ujian utama nanti pada bulan April,” tutur Eko Harjianto, Sekretaris Dinas Pendidikan Kaltara, sekaligus Ketua Panitian UN Tahun 2015, saat ditemui di kantornya di Jl.Duku, Tanjung Selor (Bulungan), Kamis (17/12/2015).

Di Kota Tarakan, Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) yang mengikuti UN CBT yakni SMA 1, SMA 2 SMA Don Bosco, SMA Hang Tuah, SMA Muhammadiyah 1, SMA Tunas Kasih, SMK 1 dan SMK 2. Sedang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan diikuti oleh SMP 1, SMP 2, SMP 4, SMP 7, SMP 8, SMP Muhammadiyah 1, dan SMP Muhammadiyah 2.

UN CBT di Bulungan akan diikuti oleh SMA 1 Tanjung Selor, SMK 1, dan SMK 2. Sedang SMP, hanya diikuti oleh SMP Bunyu.

Sedang di Malinau akan diikuti oleh 3 (tiga) sekolah yakni SMA 1, SMK 2, dan SMP1 Malinau Kota.

“Ini perkembangan positif. Ternyata di Kaltara pada dasarnya mampu melaksanakan ujian berbasis komputer ini. Dan, Kemendikbud memang mengharapkan dan menganjurkan, bahwa di tahun-tahun mendatang terjadi penambahan kuantitas sekolah yang melaksanakan UN berbasis CBT,” terangnya.

Dari sisi integritas penyelenggaraan UN kata Eko, sistem CBT jauh menawarkan tingkat kejujuran yang lebih tinggi.

Kemudian berdasarkan penelitian, siswa peserta ujian melaksanakan UN dengan baik.

 

“Hasil penelitian kami kemarin terhadap UN CBT pertama, siswa lebih enjoy,” ujarnya.

Selain itu, siswa akan dipermudah ketika hendak melakukan perbaikan nilai.

“Ketika siswa sudah melanjutkan ke perguruan tinggi misalnya di Jawa. Dia ingin melakukan perbaikan nilai ujian mata pelajaran tertentu, dia tidak harus kembali ke sini. Dia bisa melaksanakan di sana,” beber Eko.

Ujian CBT akan diikuti sebanyak 5.642 peserta. Rincinya, 2.308 siswa SMA, 1.476 siswa SMK, dan 1.858 siswa SMP.

Data tersebut merupakan data per tangga 15 Desember 2015 yang diunggah ke data pokok pendidikan (Dapodik).

“Terakhir akan ditutup tanggal 31 Desember. Kami harap semua kepala sekolah bisa memastikan sebelum tanggal 31 Desember 2015 semua siswa harus sudah terdaftar sebagai peserta UN,” tuturnya. (*)

Bagikan

Tambah Komentar