|Selasa, September 26, 2017
Home » Regional » Daerah » Wabup Bulungan : Masyarakat Peso Siap Dukung Pembangunan PLTA Asal Perhatikan Dampak Lingkungan

Wabup Bulungan : Masyarakat Peso Siap Dukung Pembangunan PLTA Asal Perhatikan Dampak Lingkungan 

Foto_Sosialisasi_PLTA_Long_Peso_1
Bagikan

Kabarone.com, Bulungan – Proyek jangka panjang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) oleh PT Kayan Hydro Energy dengan total kapasitas 6.080 MW di wilayah Kecamatan Peso saat ini memasuki tahap pengukuran lahan. Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala menyampaikan, masyarakat setempat siap mendukung asalkan pembangunan terus memperhatikan dampak lingkungan.

“Masyarakat setempat menghawatirkan dampak lingkungan yang mungkin timbul serta pembebasan lahan di tanah kuburan para leluhur,” ungkap Wabup usai pertemuan dengan masyarakat di sekretariat desa Long Peso pada Kamis (28/04) malam.

Dalam pertemuan yang berlangsung di sela kunjungan kerja Wabup menghadiri syukuran panen masyarakat Desa Long Lejuh itu disebutkan, pengukuran lahan dilakukan sekaligus untuk mengetahui status kepemilikan serta memasuki tahapan berikutnya berupa negosiasi harga dan pembebasan lahan.

“Pembangunan PLTA ini tidak hanya berupa bendungan saja tapi juga nantinya ada perkantoran, lahan penumpukan material, bengkel dan sebagainya,” paparnya.

Wabup menyampaikan, sesuai kesepakatan hasil pertemuan, pihak perusahaan berjanji untuk tidak mengganggu lahan tanah kuburan para leluhur masyarakat setempat. Maka itu Pemkab Bulungan siap memfasilitasi antara masyarakat dengan perusahaan agar pembangunan PLTA dapat terus berjalan.

“Pemerintah bertanggungjawab memenuhi kebutuhan masyarakat dan di sisi lain masyarakat juga membutuhkan adanya pembangkit listrik. Jadi ini menjadi tanggungjawab kita bersama karena program ini tujuannya sangat baik,” tandasnya.

Seperti diketahui, PLTA di wilayah Kecamatan Peso diproyeksikan akan mampu menghasilkan listrik sebesar 6.080 MW melalui pembangunan 5 bendungan di mana 1 bendungan akan dibangun dalam waktu 6 tahun. Sehingga total pembangunan PLTA memakan waktu hingga 30 tahun ke depan.

“Untuk ganti rugi lahan juga sudah ada standarisasi yang dibuat oleh Pemkab Bulungan sehingga pihak perusahaan nanti bisa meminta standarisasi harga sebagai acuan,” katanya.

Beliau menambahkan, pihak perusahaan sebelumnya telah membentuk tim pengukuran lahan yang turut melibatkan aparat desa. Sosialisasi pengukuran lahan juga telah dilakukan beberapa kali. Demikian Pemkab bertindak sebagai fasilitator antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

“Ini salah satu bentuk dukungan Pemkab atas pembangunan PLTA demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Bulungan maupun di Kalimantan Utara,” tandas Wabup.

Pertemuan Pemkab dengan pihak perusahaan dan masyarakat Peso dihadiri Wabup bersama Asisten I Bidang Pemerintahan, Ir Achmad Ideham serta Asisten II Bidang Pembangunan, Zulkifli, SE. (Mudi)

Bagikan

Tambah Komentar