|Selasa, Juni 27, 2017
Home » Regional » Daerah » Wagub Kaltara Harap PSM Jadi Mitra Pemerintah

Wagub Kaltara Harap PSM Jadi Mitra Pemerintah 

tiny_20170421031126
Bagikan

Kabarone.com, Tanjung Selor – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) H Udin Hianggio mengharapkanan kepada para pekerja sosial masyarakat (PSM), sebagai pendamping sosial dan wadah pembinaan dalam mengatasi masalah kesejahteraan sosial, memiliki tanggung jawab besar untuk membantu pemerintah di bidang usaha kesejahteraan sosial.

Wagub berharap PSM dapat ikut serta dalam membangun Kaltara di segala lini. Demikian disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) PSM yang merupakan rangkaian kegiatan Dinas Sosial Kaltara yang digelar di Hotel Pangeran Khar Tanjung Selor, Selasa (18/4) malam.

“Saya sangat bangga dan menaruh harapan kepada PSM di Kaltara agar dapat ikut serta membangun Kaltara. Termasuk ikut serta memberikan andilnya dalam setiap persoalan yang dihadapi oleh rakyat Kaltara,” harap Haji Udin.

Wagub mengatakan, kiprah PSM perlu terus digalakan dalam lingkup sosial yang lebih luas. Sehingga dapat menjadi pendamping masyarakat dalam mengalami kesejahteraan sosial, seperti masalah pengangguran, masalah kemiskinan, narkotika dan lainya.

“Masih cukup banyak lagi persoalan sosial yang dihadapi bangsa ini. Khususnya permasalahan kesejahteraan sosial dalam generasi muda, seperti masalah pengangguran, kemiskinan, narkotika hingga kenakalan remaja. Maka itu kiprah sosial PSM perlu terus digalakan dalam lingkup sosial yang lebih luas lagi,” ujarnya.

Udin Berharap, dengan terselenggaranya Bimtek PSM Kaltara, kinerja PSM dapat menjadi lebih baik dan profesional, serta menjadi mitra pemerintah. Khususnya dalam pembangunan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

“Dengan adanya Bimtek PSM ini, saya berharap ke depannya PSM menjadi lebih baik dan profesional. Dapat menjadi mitra Pemerintah dalam lingkup pembangunan kesejahteraan sosial bagi masyarakat di Kaltara,” imbuhnya.

Udin juga menghimbau kepada PSM agar meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga dapat bermitra sejajar dalam memfungsikan dirinya lebih mandiri dan profesional.

“Tunjukan eksistensinya sebagai organisasi kepemudaan, agar program-program dapat dirasakan manfaatnya. Khususnya kegiatan yang berkaitan dengan permasalahan sosial, rekreatif, edukatif maupun sosial lainnya,” tuntasnya. (hms)

Bagikan

Tambah Komentar