Semangat Militansi Pengusaha Papan Iklan, Aris Muhammad, Bangkitkan Partai Bulan Bintang

Politik1,573 views

Kabarone.com, Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra bertekad menghidupkan PBB menjadi partai yang kuat dan menempatkan wakilnya kembali di DPR RI pada Pemilu mendatang.

“PBB sudah punya infrastruktur hingga tingkat bawah, hanya selama ini masih terkendala masalah dana dan manajemen partai,” katanya saat pelantikan Pengurus DPP periode 2015-2020 serta Milad ke-17 PBB di Jakarta, Senin malam.

Yusril ingin kelemahan-kelemahan itu diatasi dalam menghadapi Pemilu berikutnya. Dia mengakui PBB tidak mampu menjaga suara di tingkat pusat, sehingga tidak memiliki wakil di DPR RI, namun PBB masih memiliki wakil di DPRD.

Ternyata, peryataan Yusril mulai terjawab dengan kader partai yang cukup militan dan handal. Salah satunya, sejak Aris Muhammad bersedia bergabung di Partai Bulan Bintang (PBB). suasana di dalam partai pimpinan Yusril ini kian terasa geliatnya. Betapa tidak, pada Pemilu Legislatif 2014 lalu, PBB getol memasang iklan melalui billboard atau papan iklan di sejumlah titik strategis di Ibukota Jakarta. Sejak berdiri tahun 1998, kondisi ini praktis tak pernah dilakukan PBB sebelumnya.

Padahal, PBB adalah partai tempat para politisi dan aktivis bernaung yang komitmen pada perjuangan syariah, namun sayangnya jauh dari kantung tebal sesuai pernyataan yang pernah dilontarkan oleh sang Ketua Umum Partai.

Di balik semaraknya PBB di papan iklan, ternyata ada pengusaha papan iklan yang bersimpati, sekaligus memberikan dukungan terhadap PBB. Siapa lagi kalau bukan sosok Aris Muhammad, seorang pengusaha papan iklan yang namanya nyaris tak pernah bersinggungan dalam dunia politik. Dengan sukarela, Aris mengikhlaskan puluhan papan iklannya dipakai untuk sosialisai PBB.

Berkat perjuangannya, kini, pria bersahaja ini dipercaya sebagai bendahara umum DPP PBB periode 2015-2020 di bawah duet Yusril Ihza Mahendra (Ketua Umum) dan MS Kaban (Ketua Majelis Syuro).

“Saya tak pernah menyangka akan diberi amanat yang cukup berat sebagai bendahara umum. Tapi, karena amanat itu datang dari pak Yusril, saya tak bisa menolaknya,” ujar Aris kepada Teropong Senayan, (23/8/2015).

Selain karena permintaan langsung dari Yusril, bergabungnya Aris ke PBB lantaran faktor ‘historis’. Kakek Aris yakni, Yasin Idris merupakan seorang tokoh Partai Masyumi di Nusa Tenggara (meliputi NTB, NTT dan Provinsi Bali). Sang kakek dipercaya menjadi Ketua Partai Masyumi pada 1954 dan dilantik langsung oleh Ketua Umum Partai Masyumi Pusat Mohammad Natsir.

“Jadi, saya bergabung dengan PBB juga karena kakek saya pernah aktif dan memimpin Partai Masyumi,” papar Aris.

Hal lain yang membuatnya bersedia bergabung dengan PBB, karena partai tersebut punya visi dan misi menegakkan keadilan dan mewujudkan kepastian hukum.

“Bagi saya, visi dan misi tersebut sangat mulia. Kalau visi-misi itu terwujud, tak ada warga negara kelas satu atau kelas dua di mata hukum. Semuanya setara,” terang ayah tiga anak ini.

Sebagai pengusaha reklame yang bilboardnya tersebar di mana-mana, Aris mengaku banyak ditawari partai politik untuk bergabung. Bisa dipastikan, jika Aris bergabung dengan partai politik tertentu, pasti partai tersebut akan dapat memanfaatkan bisnis Aris untuk kepentingan partainya. Tapi, sejak awal Aris memang tidak berambisi menjadi pengurus partai manapun. Jika kemudian ia bergabung dengan PBB itu karena faktor Yusril dan faktor kakeknya yang notabene merupakan tokoh Masyumi.

“Dan saya kira berjuang di partai kecil akan lebih terasa tantangannya daripada kita masuk ke partai besar yang sudah jadi dan tinggal duduk,” tegas Aris.

Aris yang lahir di Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 1960 lalu yakin PBB bisa menjadi partai besar. Setidaknya bisa lolos parliamentary threshold dan menempatkan wakil-wakilnya di DPR RI pada pemilu 2019 mendatang. Apalagi, kini Yusril sudah turun gunung menjadi ketua umum.

“Saya yakin kembalinya pak Yusril yang identik dengan PBB akan memotivasi para kader partai dan menjadikan PBB bangkit kembali. Dan saya sebagai bendahara umum akan all out melaksanakan amanat ini,” ungkap Aris.

Aris sendiri sebelum terjun di bisnis advertising, bekerja sebagai technical staff di Konsulat Jenderal Kedutaan RI di Australia. Selama 11 tahun di Australia, Aris banyak menangani masalah administrasi keuangan. Maka saat mendapat kepercayaan dari PBB, Aris merasa cukup punya bekal dan pengalaman untuk melaksanakan tugas sebagai bendahara umum.

Pengalamannya sebagai Sekjen Victoria Indonesia Golf Association, organisasi yang menangani olahraga golf negara-negara Asean, juga menjadi bekal tambahan untuk ikut mengelola partai politik.

Kini bersama jajaran DPP PBB, Aris telah memulai melakukan langkah-langkah menghadapi pemilu 2019. Ia sadar bahwa PBB merupakan partai kecil yang untuk membesarkannya diperlukan perjuangan dan kerja ekstra keras.

“Seiring dengan tekad pak Yusril dalam upaya menghidupkan PBB menjadi partai yang kuat, Insya Allah pada pemilu 2019, PBB akan bangkit kembali,” pungkas Aris. (Ts/Bmb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *