Kepsek SMKN 1 Akui Adanya Kekerasan Terhadap Siswa

Daerah1,856 views

Kabarone.com, Tanah Bumbu – Adanya dugaan pemukulan terhadap para siswa Kelas 10 jurusan Tekhnik Geologi Pertambangan oleh oknum Guru pembinanya, diakui oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Simpang Empat, Drs Amran Ali MM, Kamis (03/09/15).

Ditemui diruang kerjanya, Amran Ali mengatakan hal itu sudah diklarifikasi antara para siswa dan guru pembinanya.

“Sudah dipertemukan tadi pagi, jadi antara para siswa dan guru sudah berma’af-ma’afan tanpa berlanjut lagi masalahnya,” ujar Amran.

Menurut Amran, oknum guru yang diduga melakukan kekerasan tersebut adalah Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 berinitial AM, yang juga merupakan Guru Pembina siswa Kelas 10 tersebut.

“Katanya sih engga mukul, cuman menyentuh bagian wajah saja, dan itu dilakukan sebagai bagian dari pembinaan, karena ruang kelas tersebut selalu berantakan,” tambahnya.

Untuk Guru Pembinanya, lanjut Amran, sudah diberi teguran lisan sanksi pembinaan agar tidak lagi mengulang perbuatannya, sebab bukan jamannya lagi mendidik dengan kekerasan.

“Selaku Kepala Sekolah, saya pribadi tadi meminta maaf kepada para siswa atas tindakan para guru yang dianggap keterlaluan, dan bahkan saya juga berpesan kepada mereka untuk menyampaikan permohonan maaf saya kepada orang tua masing masing,” pungkas Amran.

Sementara Kepala Dinas pendidikan Tanah Bumbu, Ir Sartono saat dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku belum mendapat laporan dan tak mengetahui adanya kejadian tersebut.

“Kalau memang benar kejadiannya seperti itu, akan kita berikan sanksi teguran, tapi sebelumnya akan kita lihat dulu dan cek kebenarannya,” ujar Sartono singkat.

Ketua DPRD Tanah Bumbu, H supiansyah ZA SE MH saat dimintai tanggapannya terkait adanya dugaan pemukulan guru terhadap para siswanya mengatakan, meskipun dia tidak mengetahui persis kejadiannya, namun bila hal tersebut benar, itu adalah kewenangan Dinas terkait untuk menindaklanjuti dan mengambil tindakan.

“Yang pasti, DPRD melalui Komisi I akan turun kelapangan untuk mengecek kebenarannya, jika terbukti, maka pihak sekolah dan Dinas terkait harus memberikan sanksi tegas terhadap pelaku, agar hal itu tak terulang lagi,” ungkapnya.(M12)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *