by

Tingkatkan Kesadaran bahaya Narkoba, BNN Gelar FGD Dilingkungan Kampus

-Nasional-1,199 views

Kabarone.com, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan kalangan akademisi (Kampus) yang peduli dengan peredaran narkoba dikalangan Kampus, mengadakan Fokus Group Discussion (FGD). Kali ini kegiatan tersebut diselenggarakan di Kampus Universitas Pancasila (UP) Pondok Cina yang berlangsung pada Senin (21/9) dengan menghadirkan nara sumber dari pihak Kampus UP Warek III, Kasubdit Lingdik Yanmas BNN Dr. Kombes (Pol) Sulastiana, Msi, dan moderator dipimpin oleh Maharani Ardi Putri.
Dalam FGD yang mengambil Tema “Kebijakan Rehabilitasi Dalam Konteks Pelayanan Hak Pendidikan Tinggi Warga Negara”, tersebut dihadiri Civitas Akademi dari IISIP Jakarta, Universitas Pancasila, STIH IBLAM, AKIP, AIM serta Universitas Gunadarma.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Warek III Universitas Pancasila menyampaikan Pihak Universitas Pancasila menyambut baik dengan acara FGD yang diadakan BNN tersebut.

“Acara seperti ini perlu terus diadakan agar warga kampus mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba. Sudah banyak korban dari penyalahgunaan narkoba termasuk juga generasi muda kita,” ungkapnya.

Setelah kegiatan FGD ini pihaknya mengharapkan mahasiswa bisa menjadi motor penggerak dalam upaya P4GN khususnya di lingkungan kampus masing – masing.
“Kegiatan – kegiatan tersebut dapat berupa pembuatan film pendek P4GN, poster, dan stiker P4GN,”jelasnya.
Sementara itu Nara Sumber lainnya, Kasubdit Lingdik BNN, Kombes (Pol) Dr. Sulastiana, Msi, menyampaikan materi pentingnya rehabilitasi bagi penggunanarkoba.
“Penjara adalah kesia – siaan bagi pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika. Sebelum tahun 1964 lapas/penjara identik dengan kekerasan dan hukuman, namun setelah itu penjara menjadi tempat penjeraan dan pembinaan,” paparnya.
Lapas baru – baru ini memang sudah menjadi wadah pembinaan tapi apakah pembinaan seperti ini relevan dengan napi kasus narkotika. Pada kenyataannya penyalahguna narkotika yang masuk lapas malah semakin mudah mendapatkan narkotika dari bandar yang ada di dalam lapas.
“Keputusan tepat untuk pecandu narkotika adalah rehabilitasi karena mereka termasuk orang yang sakit dan harus disembuhkan. Jika ada mahasiswa yang terindikasi positif menggunakan narkotika maka jangan langsung dikeluarkan. Mereka kemungkinan hanya korban karena ketidaktahuan, paksaan, atau pengaruh lingkungan. Mahasiswa tersebut harus direhabilitasi dan dilakukan pendekatan – pendekatan secara intensif agar terlepas dari jeratan narkotika,” pungkasnya. (dn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *