by

Presiden Jokowi Tinjau Hasil Panen Di Sukoharjo Yang Memakai Pupuk Mikroba

-Daerah-1,367 views

Kabarone.com, Jateng – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman kembali meninjau lahan pertanian di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Namun Presiden mengungkapkan, kedatangannya dalam kunjungan kali ini bukan untuk melihat panen tetapi untuk memastikan hasil pemakaian pupuk mikrobia.

“Saya ke sini bukan untuk melihat panennya tapi ingin memastikan mikrobia bisa hasilkan panen lebih banyak. Saya sendiri sudah mau panen. Kalau yang panen ya petaninya, bukan saya,” kata Presiden Jokowi dalam sambutan singkatnya di areal persawahan Desa Sonorejo, Sukoharjo, Sabtu (3/10).

Presiden Jokowi kemudian menceritakan pengalamannya ketika melakukan kunjungan kerja melihat langsung panen raya yang melimpah berkat pemakaian mikrobia.

“Di Karawang varietasnya IPB 3S satu hektare menghasilkan 13 ton per hektare, meningkat empat ton per hektare. Saya kesini juga memastikan metode yang dikembangkan meningkatkan produksi padi,” katanya.

Presiden menyebutkan di lokasi panen itu, yang dikembangkan bukan varietas tapi metode yang disebut 3 in 1 yang menyangkut teknik penanaman, penggunaan pupuk mikrobia BK dan mikrobia Pomi.

Menurut Presiden Jokowi, mikrobia adalah pupuk jenis BeKa dan Pomi,  yang mampu  membuat panen padi melimpah dibanding pupuk biasa. “Satu hektare bisa menghasilkan 10 ton. Kalau berhasil di sini, maka akan dikembangkan ke tempat-tempat yang lainnya,” kata Presiden.

Presiden berharap Kabupaten Sukoharjo akan menjadi tempat percontohan. “Apakah satu hektar tanah kita bisa menghasilkan 10 ton beras,” Ungkap Jokowi.

Apabila di kabupaten makmur ini, satu hektar sawah bisa menghasilkan 10 ton beras, maka Jokowi akan memerintahkan Menteri Pertanian untuk melakukan hal yang sama di daerah lainnya.

Di kawasan pertanian Sukoharjo ini, Presiden sekaligus ingin membuktikan bahwa meskipun saat ini ada fenomena el nino yang berdampak kemarau panjang, namun setiap saat masih ada panen padi.

“Ada cerita el nino tapi di lapangan setiap bulan juga ada panen karena meski ada el nino petani juga tidak tinggal diam. Sekarang diberi pompa sama Mentan. Ini kan upaya, petani tidak tinggal diam,” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengajak semua pihak agar optimis menyikapi berbagai kondisi. “Kita harus optimis sehingga pertanyaannya keliru, seharusnya pertanyaannya kapan kita bisa ekspor,” tutur Jokowi.

Presiden  menyebutkan upaya lain dalam meningkatkan produksi beras juga dilakukan dengan pendampingan kepada petani. “Semua mendampingi, ada dari perguruan tinggi, LSM, Kementan dan Babinsa,” tukasnya.

Sementara itu Mentan Amran Sulaeman mengatakan, pemerintah terus mendorong petani memanfaatkan inovasi untuk meningkatkan produksi dan pendapatan. “Di sini (Sukoharjo) baru untuk 50 hektare, di Karawang kemarin baru 500 hektare,” katanya.

Ia menyebutkan dalam tahun 2015 ini juga pemerintah akan memperluas lahan pertanian padi dengan inovasi itu. “Di karawang akan diperluas dari 500 hektare menjadi 100.000 hektare, tahun ini dilaksanakan, benih dan pupuk diserahkan gratis ke petani,” paparnya. (Rd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *