Bulungan Dapat Tambahan Listrik 2,4 MW

Advetorial, Daerah, Lipsus1,738 views

Kabarone.com, Bulungan (Kaltara) – Pj. Bupati Bulungan, Syaiful Herman mengungkapkan, Kabupaten Bulungan dipastikan mendapat tambahan daya listrik sebesar 2,4 MW setelah adanya penandatanganan perjanjian jual beli kelebihan listrik antara PT PLN Wilayah Kaltim – Kaltara dengan PT Sumber Alam Sekurau (SAS).

“Ada Universitas Kaltara di Tanjung Selor yang sudah selesai dibangun 5 lantai dengan fasilitas lift namun belum bisa digunakan karena pasokan listrik belum tersedia,” ungkapnya.

Selanjutnya, Pemprov Kaltara juga sedang membangun 3 gedung kantor juga memiliki lift yang tentu membutuhkan daya listrik. Ditambah rencana pembangunan pelabuhan internasional di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Ada pula sebanyak 650 jaringan listrik yang membentang dari Tanjung Selorke Tanah Kuning yang sudah siap dan tinggal disambung daya listrik. Sementara di Tanjung Selor yang juga ibu kota Provinsi Kaltara juga memiliki rumah sakit dan rencana pembangunan hotel-hotel.

“Tanpa dukungan listrik ini bisa diibaratkan anak ayam mati di lumbung padi,” katanya.

Dijelaskan, Kabupaten Bulungan memiliki potensi besar mulai dari ketersediaan air, minyakdan gas bumi namun semua itu tidak bisa berkembang optimal sehingga harus didukung dengan sumber energi listrik. Ia pun berharap, kedepan pasokan listrik dapat ditambah hingga 4 MW agar bisa semakin menjangkau 10 kecamatan se-Bulungan. Apalagi perjanjian antara PLN dengan PT SAS yang berlangsung selama 1 tahun dapat terus diperpanjang di tahun-tahun berikutnya.

“Kita terus berupaya semua masyarakat Bulungan dapat menikmati layanan listrik,” tandasnya.

Presiden Direktur PT SAS, Jeffrey Mulyono menambahkan, pembangkit listrik berkapasitas 1 x 7,5 MW di Tanjung Selor merupakan pembangunan tahap pertama, di mana kelebihan listrik sebesar 2,4 MW akan disalurkan ke jaringan transmisi PLN untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk diketahui, daya listrik PT PLN Bulungan saat ini mencapai 9,27 MW sementara beban puncak sudah mencapai 9,09 MW sehingga dapat dikatakan kapasitas listrik di Bulungan saat ini tergolong kritis.

“Bila pembangkit listrik tahap pertama ini dapat memenuhi persyaratan PT PLN, kita juga berencana membangun pembangkit tahap kedua juga berkapasitas 1 x 7,5 MW,” ungkapnya.

Penandatanganan perjanjian jual beli kelebihan listrik atau excess power berlangsung di Ruang Rapat General Manager (GM) PT PLN Wilayah Kaltim – Kaltara di Balikpapan pada Jumat (23/10), yang turut dihadiri Pj. Bupati Bulungan serta penandatanganan perjanjian antara GM PT PLN Kaltim – Kaltara, Tohari Hadiat dan Presdir PT Sumber Alam Sekurau, Jeffrey Mulyono. (Gian-Mudi/Hms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *