FGD Di UKRIDA, BNN Ajak Mahasiswa Sosialisasikan Bahaya Narkoba Ke Masyarakat

Nasional917 views

Kabarone.com, Jakarta – Maraknya peredaran narkoba di Indonesia sudah merasuk kesemua sendi-sendi kehidupan di masyarakat tanpa kecuali. Hampir semua elemen masyarakat terkena dan menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Banyak kalangan Anggota dewan, kalangan Birokrasi, Kepolisian, TNI, Dosen dan Akademisi, Mahasiswa, Pengacara bahkan sampai ke anak-anak Sekolah Dasar, yang telah menjadi korban kejahatan narkoba. Sungguh ironis keadaan Indonesia yang sudah dikepung bahaya narkoba, bahkan Presiden Joko Widodo mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia sudah Darurat Narkoba, dan pelaku jaringan Narkoba tidak boleh diberi ampun.

BNN sebagai Lembaga Pemerintah yang dibentuk untuk menangani permasalahan Nakoba ini terus melakukan upaya-upaya, salah satunya kerja bareng Akademisi (Kampus) mengadakan Fokus Group Discussion (FGD), seperti yang diadakan di Kampus Ukrida, Jakarta Barat, Jum’at (23/10) lalu.

FGD yang menghadirkan narasumber Dra. Sinta Dame Simanjuntak, MA itu diikuti 30 orang baik dari Ukrida sendiri maupun perwakilan dari beberapa kampus lainnya seperti Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, IST Al Kamal, dan Universitas Tarumanegara.

Dalam materinya, Dra. Sinta Dame Simanjuntak, MA memberikan pencerahan bahwa maraknya Narkotika dan obat – obat terlarang telah banyak mempengaruhi mental generasi muda termasuk mahasiswa. “Narkoba telah menyentuh lingkaran yang semakin dekat dengan kita semua,” kata Sinta.

“Teman dan saudara kita mungkin dapat terjerat oleh narkoba yang sering kali dapat mematikan, sebagai makhluk tuhan yang kian dewasa seharusnya kita berfikir jernih untuk globalisasi teknologi dan globalisasi yang berdampak langsung pada keluarga, dan remaja penerus bangsa khususnya, kita harus memerangi kesia – siaan yang di akibatkan oleh narkoba,” lanjutnya.

Sinta menambahkan, faktor yang dapat membuat seseorang terjerat dalam penyalahgunaan narkoba yakni karena tidak memiliki rasa percaya diri atau kurang mendapat perhatian pada orang tua, serta adanya perselisihan dalam keluarga hingga mengalami kehancuran (Broken Home).

“Dengan demikian sebagai orang tua dapat memperingatkan anaknya agar tidak bergaul dengan teman yang berakhlak tidak baik. Mahasiswa dapat membuka kesempatan bagaimana dapat berperan aktif dan terjun langsung ke masyarakat atau membuat rencana aksi untuk jajaran akademis,” pungkasnya. (Dn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *