by

Langkah Besar dan Semangat Kepahlawan Para Pendiri Bangsa Perlu Disebarkan Kepada Seluruh Rakyat Indonesia

-Daerah, Regional-1,073 views

Kabarone.com, Bulungan – Dalam sambutan Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan Pj Gubernur Kaltara, Triyono Budi Sasongko dikatakan bahwa Pada peringatan Hari Pahlawan 2015, bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan produktifitas bangsa. Tantangan tersebut mulai dari terjadinya konflik intoleransi antar umat beragama, berkembangnya paham radikalisme, tawuran antar kampung maupun antar pelajar, maraknya penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan sebagainya.

“Keadaan ini jauh dari cita-cita dan perjuangan para pendiri bangsa yang telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada kita semua,” tandasnya,” ungkap Pj Gubernur Kaltara saat apel peringatan Hari Pahlawan tahun 2015, di Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Selasa (12/11).

Apel tersebut diikuti jajaran Pemprov Kaltara, Pemkab Bulungan, DPRD, FKPD, mahasiswa, siswa, unsur pemuda, tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Peringatan Hari Pahlawan mengajak kita merenungkan langkah besar bapak bangsa, seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Wahid Hasyim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Mudzakkir, Agus Salim, Abikusno Tiokrosoejoso, AA Maramis dan Ahmad Subarjo yang terhimpun dalam Penitia Sembilan BPUPKI. Mereka telah mewariskan 5 norma dan nilai-nilai yang kemudian menjadi Pancasila sebagai dasar negara, ideologi pemersatu bangsa serta semangat kegotong royongan dalam bermasyarakat dan bernegara,” paparnya.

Dijelaskannya, tema Hari Pahlawan tahun 2015 adalah “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku”, yang bermakna menyatukan jiwa semua anak bangsa untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan, yaitu rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik.

“Langkah besar dan semangat kepahlawan para pendiri bangsa itu perlu disebarkan kepada seluruh rakyat Indonesia. Maka peringatan Hari Pahlawan dapat menjadi cermin atau refleksi tentang pengorbanan, keteladanan dan keteguhan untuk menggapai harapan masa depan, dengan terus bekerja dan bekerja,” katanya.

Ditambahkannya, penyelenggaraan peringatan Hari Pahlawan selalu menjadi penting karena dapat digunakan sebagai barometer seberapa kuat keyakinan kita terhadap nilai-nilai kejuangan dari proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu juga salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang. (Mudi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment

  1. Diterangkan, sejarah bangsa dan negara Indonesia mencatat bahwa perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mendirikan NKRI membutuhkan ikatan persatuaan dan kesatuan yang kuat. Diharapkan, komitmen para pejuang, pendiri bangsa, serta para pahlawan untuk mempersatukan banga tersebut dapat terus ditindaklanjuti secara nyata.