Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah SMA Kosgoro Sukorame Diduga Tilep Jatah BSM Siswa

Investigasi, Lipsus2,896 views

Kabarone.com, Lamongan – Sejak pencairan pertama pada tahun 2014 hingga 2015 pencairan kedua dan ketiga siswa hanya menerima dana BSM tidak sampai separuhnya, sehingga muncul indikasi dugaan bahwa uang tersebut di alokasikan untuk Kepala Sekolah Lilik Kusmiati, Spd. Pengakuan ini muncul dan keluar dari mulut KTU Yatin ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Selasa (17/11).

Degan di dampingi oleh Kahumas sekolah dan kesiswaan, Yatin memperjelas dugaan tindakan ‘kriminalisme’ kepala sekolah dengan memberikan semua data penerima BSM sebagai kelengkapan bukti.Untitled

Menurut Yatin, dia sudah melalui prosedur membantu pencairan hingga diterima siswa setelah itu semuanya kepala sekolah yang mengelola.

Yatin menyebutkan, dari 126 siswa penerima BSM itu harus ada saldo 50 ribu rupiah di tiap pencairan dan untuk kendaraan menuju Bank yang di tunjuk di Lamongan kota sebesar Rp. 500 000 dari hasil patungan siswa penerima.

“Jadi siswa penerima per 1 juta akan menerima Rp. 950 000 dan yang menerima Rp. 500.000 mendapatkan Rp.450.000. Untuk selanjutnya Kepsek  yang mengelola,” ungkapnya.

Data dilapangan menyebutkan bahwa setelah pencairan tersebut uang diminta oleh pihak sekolah. “Untuk yang penerima 1 juta diambil 5 ratus ribu. Yang 350 ribu dikembalikan pada siswa.

Konfirmasi kembali kita lakukan kepada siswa penerima yang nyatanya memang benar mereka memang menerima hanya 350 ribu karena semua diminta oleh sekolah.

Sementara kepala sekolah Lilik Kusmiati, Spd saat dikonfirmasi melalui telepon dengan berteriak menjawab bahwa BSM itu bukan urusanya dan tidak tau menahu mengenai BSM tersebut. Lilik menyebutkan bahwa uang tersebut dipotong atas perintah pak Yani. Ketika ditanya siapa pak Yani, Lilik juga memperjelas bahwa dia adalah ketua yayasan di Kosgoro.

Beberapa wali murid penerima BSM yang sempat ditemui wartawan menyatakan meminta kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kejaksaan untuk segera memproses ulah Kasek tersebut.

“Kami minta kepada pihak Dinas Pendidikan dan Kejaksaan untuk segera memproses ulah Kasek tersebut agar ada efek jera,” ungkap salah satu wali murid kepada wartawan, kemarin. (Ind)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga
    .
    .setinggi apa pun ilmu pengetahuan seseorang tapi kalo mereka lupa akan jati dirinya 99% mereka pasti akan tersesat dunia akhiratnya
    .
    .

  2. saya dukung kebijakan yg di ambil oleh kepala sekolah tersebut. yang penting di gunakan untuk perbaikan dan kemajuan sekolah tersebut. Ntar kalau uang pendidikan dan pengelolaan sekolah di bebankan pada siswa malah disangkanya PUNGLI