Diduga Terlibat Masalah Kasus Saham PT. Riau Airlines, Warga Nisut Minta Pelantikan M. Ingati Nazara Dibatalkan

Daerah, Regional2,404 views

Kabarone.com , Nias Utara – Penetapan pemenang pemilukada oleh KPU Nias Utara, pasangan  dan Haogosokhi Hulu ( IKHLAS ) menuai protes dan kecewa disebagian besar masyarakat Kabupaten Nias Utara. Tokoh pemuda Kabupaten Nias Utara Fituaro Zega saat dijumpai di Sekretariat  DPRD Kabupaten Nias Utara, JL. Gunungsitoli- Lahewa KM. 42 Lotu mengatakan, “sungguh sangat tidak masuk akal kalau seandainya seorang Kepala Daerah yang memimpin Kabupaten Nias Utara adalah orang yang sudah pernah terindikasi kasus korupsi,” ungkap Zega .

Ia menambahkan, “kami masyarakat Kabupaten Nias utara, menolak keras kepala daerah yang jejak rekam nya tidak bagus dan pernah terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi, yang selama ini sudah didiamkan oleh aparat penegak hukum. Ini baru kami ketahui setelah beredar isu di Kabupaten Nias Utara dan menjadi trend topic di kalangan masyarakat, sementara pemilihan kepala daerah sudah selesai, saya sendiri kecewa. Apa jadinya Kabupaten Nias Utara kalau dipimpin oleh seorang pemimpin yang pernah terindikasi kasus korupsi tahun 2008 silam,” tegasnya Jum’at ( 19/02).

Dan kasus ini, lanjutnya, sampai sekarang belum juga clear, saat itu M. Ingati Nazara menjabat ketua DPRD Kabupaten Nias tahun 2008 sebelum  terjadinya pemekaran dan Bapak Binahati B Baeha selaku kepala daerah saat itu.

“Yang jadi pertanyaannya sekarang, Kabupaten Nias memiliki saham sebesar 6 milyar rupiah (Enam Miliar Rupiah) kepada PT. Riau Airlines dan menjadikan Binahati B Baeha dijadikan tersangka, dan M. Ingati Nazara yang notabenenya selaku ketua DPRD, yang mengetahui betul dan menyetujui atas kerjasama pemkab Nias dengan PT. Riau Airlines dan sudah seharusnya M.Ingati Nazara saat itu ikut dijadikan tersangka, namun sampai sekarang  laporan keuangan dari PT. Riau Airlines belum bisa dipertanggungjawabkan oleh Binahati B Baeha dan ketua DPRD M. Ingati Nazara,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Demikian juga disampaikan oleh presidium Lembaga Masyarakat Nias Peduli Hukum dan Keadilan (LMN-PHK) yang berkedudukan di Jawa Barat, Sa’adya Gea lewat via seluler kepada Kabarone, membenarkan bahwa kasus ini telah lama dan bukan isu yang baru lagi, bahkan sudah menjadi bahan konsumsi dikalangan masyarakat tentang keterkaitan M. Ingati Nazara dengan saham Kabupaten Nias pada saat menjabat sebagai ketua DPRD Tahun 2008, pada PT. Riau Airlines berdasarkan saham nomor 68051- 74050/ RAL/ 2008 sebesar  6 millyar rupiah (Enam Miliar Rupiah ), namun sampai sekarang dengan berakhirnya pemeriksaan atas LKPD TA. 2012 Pemerintah Kabupaten Nias belum menerima laporan keuangan dari PT. Riau Airlines.

Lebih lanjut, Sa’adya Gea juga mengatakan bahwa sudah seharusnya M. Ingati Nazara ikut dijadikan tersangka, karena dalam laporan hasil pemeriksaan BPK- RI tentang laporan keuangan pemerintahan Kabupaten Nias tahun 2012 no. 94.B/ LHP/ XVIII.MDN/ 06/ 2013, bahwa Pemda Kabupaten Nias telah memiliki saham sebanyak 6000 ribu lembar atau sebesar 6 millyar rupiah kepada PT. Riau Airlines yang menjadikan Binahati B Baeha, Bupati kabupaten Nias pada saat itu dijadikan tersangka.

“Sementara M. Ingati Nazara yang juga ketua DPRD saat itu ikut menyetujui kerjasama antara pemda Kabupaten Nias dengan PT. Riau Air Lines dan sudah sepatutnya ikut dijadikan tersangka,” ungkap Presidium LMN-PHK

Sebagai putri daerah Kabupaten Nias utara sekaligus Presidium Lembaga Masyarakat Nias Peduli Hukum dan Keadilan (LMN-PHK), Sa’adya meminta kepada seluruh elemen penyelenggara pemilu kepala daerah kabupaten Nias Utara supaya pelantikan kepala kepala daerah terpilih M. Ingati Nazara dan Haogosokhi Hulu untuk dibatalkan.

“Demi Kabupaten Nias Utara yang maju, mandiri dan bersih dari masalah korupsi, dan kami juga meminta kepada pihak penegak hukum supaya masalah ini kembali ditindak lanjuti,” tegasnya. (fr.lature)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *