Kejari Gunungsitoli Investigasi Dugaan Penyelewengan Dana Desa Ombolata Sisarahili, Golas : Anda Korupsi Saya Libas

Hukum3,035 views

Kabarone.com,  Nias induk – Terkait dengan pelaporan dan pengaduan masyarakat Desa Ombolata Sisarahili, Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias dan  Ormas FKI- 1 (Front Komunitas Indonesia Satu ) di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, tentang dugaan penyelewengan dana APBDes tahun 2015 oleh Kepala Desa atas nama Tonius Waruwu, Tim Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Golas mengkrosscek langsung ke TKP dan menduga kuat telah terjadi tindak pidana korupsi pada pelaksanaan fisik dana APBDes tahun 2015 yang mengakibatkan kerugian negara.

“Kalau menurut hemat saya, saya menduga kuat adanya indikasi korupsi dalam pelaksanaan fisik dana APBDdes di Desa Ombolata Sisarihili tersebut jelas ada. Berdasarkan  dengan pantauan saya dilapangan, mengenai besaran berapa  kerugian negara yang ditimbulkan masih belum bisa kita pastikan, karena dugaan indikasi korupsi ini masih belum sampai ke tingkat penyidikan,” ungkap Golas di ruang kerjanya, di JL. Soekarno No.09 Gunungsitoli.

Ia menambahkan, untuk mengetahui berapa kerugian negara yang ditimbulkan dalam pelaksanaan dana untuk APBDdes tersebut,  maka harus disediakan tim ahli, maka baru ada kesimpulan  kalau sudah masuk ke tingkat penyelidikan selanjutnya baru ketahap penyidikan.

“Sementara yang kita laksanakan baru pulbagai puldata mengumpulkan data- data yang ada, saksi dan bukti lainnya, yang memperkuat adanya tindak pidana korupsi, dan kita tetap mengacu pada undang-undang yang berlaku di Negara ini, bahwa sepeser pun uang negara di gelapkan, itu sudah jelas namanya korupsi. Saya mau tegaskan di negara ini tidak ada manusia yang kebal hukum, anda korupsi saya libas,” tegas Golas.

Menanggapi  ketidakberesan dugaan penyelewengan dana desa, pada pelaksanaan dana APBDes di Desa Ombolata Sisarahili Kecamatan Hiliduho Kabupaten Nias Tahun 2015, Kasubag Bantuan dan Pembinaan BPM Kabupaten Nias,  kepada kabarone mengatakan bahwa sebelumnya telah melakukan monitoring pelaksanaan dana Desa tahun 2015 di Desa Ombolata Sisarahili Kecamatan Hiliduho.

“Sesuai tugas yang diberikan kepala BPM kepada kami, maka kami wajib menyampaikan laporan hasil perjalanan dinas itu kepada bapak kepala BPM, selaku yang menugasan kami, dan itu menjadi kewajiban kami sekaligus menjadi hak bagi beliau. Maaf saja, saya tidak bisa memberikan laporan itu kepada pihak lain selain kepada yang menugaskan saya,” ucap Darma dengan nada seolah ada yang disembunyikan.

Saat  wartawan menanyakan, apa hasil dari pada monitoring ke Desa Ombolata Sisarahili, Darma jaya Telaumbanua S.STP, selaku Kasubbag Bantuan dan Pembinaan BPM Kabupaten Nias mengatakan bahwa laporan hasil monitoring tidak bisa dipublikasikan karena sudah aturan dari atas.

“Untuk pertanyaan itu saya menolak untuk menjawabnya. Kita khusus mengacu pada surat tugas tadi, memonitoring pelaksanaan pembangunan fisik di desa yang di danai dari dana desa, hasil monitoring tidak bisa saya sampaikan karena sesuai dengan perintah kepada saya bahwa itu saya laporkan kepada kepala BPM Kabupaten Nias, mungkin lebih baik begitu karena dia yang menerima laporan kami,” imbuhnya

Ketua BPD, Ketua LPM, Kaur Pembangunan, Kepala Dusun, Kaur Umum, Ketua Pokja 1, Anggota Posyandu, Tokoh Masyarakat, dan warga Masyarakat Desa Ombolata Sisarahili, dalam investigasi pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli di Desa Ombolata Sisarahili, menyatakan sikap dan minta kepada pihak penegak hukum supaya dugaan penyelewengan dana APBDes yang dilakukan oleh Kepala Desa atas nama Tonius Waruwu dan pengurus TPK lainnya untuk segera dipanggil dan diperiksa untuk mempertanggungjawabkan dugaan korupsi pada pelaksanaan fisik dana APBDes tahun 2015. (@ fr.lature)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *