Sedikitnya 20 Orang Calon Investor Tinggalkan Sultra

Ekonomi1,962 views

Kabarone.com, Kendari – Sedikitnya dua puluh orang Calon Investor asal China angk‎at kaki dari Sulawesi Tenggara. Hal ini menurut Laode Riago, salah satu pengusaha yang berusaha mendatangkan Investor tersebut adalah suatu kejadian yang sangat disesalkan.

“Selaku warga negara yang baik, tentunya kita berusaha berbuat yang menjaga dan mengangkat nama baik Bangsa ini, bukan justru mencederai dan merusak nama baik bangsa ini,” jelasnya.

Kejadian yang terjadi Selasa (31/5/16), lanjut Laode, adalah suatu kejadian yang memalukan, dimana kami telah mendatangkan investor di daerah ini, namun pihak pemerintah dalam hal ini pihak Imigrasi Sulawesi Tenggara bersama aparat keamanan gabungan melakukan pencegatan ditengah jalan ‎tepatnya di daerah Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara, sekitar pukul 13.30 wita.

“Kejadian ini mengakibatkan pihak Investor merasa tidak nyaman dan ketakutan untuk menanamkan saham didaerah ini, mengingat kejadian tersebut membuat mereka trauma, karena mereka sempat mengeluarkan Senjata , Sehingga pihak Investor merasa ketakutan dan tidak nyaman,” tegas Laode Riago.

Sebenarnya pihak investor ini, imbuh Laode Riago, baru melakukan survey (Peninjauan) lokasi yang rencananya akan dilakukan pembangunan Smelter dan pembangkit listrik 1000 Mega Watt untuk dijadikan pembangkit listrik di Sulawesi Tenggara. Itupun setelah mendapat restu (Ijin) dari Pemerintah. Namun kedatangan mereka dikejutkan dengan tindakan dari pihak Imigrasi Sulawesi Tenggara dan aparat gabungan yang bersenjata mencegat dijalan.

“Dan sempat keluarkan senjata,” beber Laode Riago.

Dalam hal ini, lanjut Laode, seharusnya pihak Pemerintah-lah yang harus berbuat dan menindak lanjuti Instruksi Presiden RI, untuk mempermudah investor. “Jangan justru Instruksi Presiden itu tak di indahkan,” cecar Laode.

“Olehnya itu kami selaku anak bangsa kecewa dengan pihak pemerintah, dan coba bayangkan, pihak investor besok (Rabu) akan pulang ke Negerinya (China) karena dihantui rasa takut atas kejadian tadi,” tegasnya.

Kenapa pemerintah tak bisa memberikan upaya terbaik setiap menghadapi hal semacam ini, bukankah semestinya pihak pemerintah dalam hal ini, Gubernur, Bupati untuk bertindak lebih arif dan bijaksana.

“Mengingat kami sudah membantu pekerjaan pemerintah untuk mendatangkan Investor untuk membuka lapangan kerja dan mengelola kekayaan alam di Sulawesi Tenggara ini dan tentunya sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara kita Indonesia,” pungkas Laode Riago.

Tentunya apa yang dilakukan oleh Laode Riago patut di apresiasi mengingat dia sudah berupaya keras untuk mengangkat nama baik daerah, dengan mendatangkan investor, serta memberikan jaminan rasa nyaman kepada Investor namun dia harus kecewa karena apa yang ia rencanakan harus terkendala dengan adanya aksi pencegatan ditengah jalan yang dilakukan oleh aparat Imigrasi bersama aparat keamanan gabungan.‎(Andi Jumawi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *