Hemat 500 M, Pemprov Banten Kurangi Anggaran Perjalanan Dinas

Daerah, Regional586 views

Kabarone.com, Banten – Usai menghadiri pembukaan Sosialisasi Arsiparis BPAD yang bertempat di salah satu Hotel ternama di Kota Serang, Kamis (9/6), Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Ranta Soeharta mengungkapkan, ia sangat kagum dengan pernyataan penyidik KPK Novel Baswedan yang menjelaskan bagaimana pentingnya mengenai kearsipan, karena arsip bukan hanya tumpukan kertas namun arsip merupakan perilaku pegawai sepanjang hidup dan bekerja nyata.

“Setiap pemerintahan Provinsi, Kabupaten, kecamatan hingga kelurahan yang namanya berkas itu penyimpanannya selalu asal semerawut setelah staffnya pulang tanpa dibereskan ditata, kita harus introspeksi diri. Setelah Kita dikasih nasehat oleh tim BPK bahwa seluruh kabupaten kota di Provinsi Banten perlu adanya penataan arsip di birokrasi, kita menangani tenaga non PNS sebanyak 600an saja kita sudah kewalahan,” ujarnya.

Menurutnya dengan adanya temuan BPK saat ini, diharapkan ini dapat menjadikan Banten dalam 15 tahun ke depan lebih tertata. “Kegiatan ke depan untuk BPAD harus yang betul-betul menyentuh masyarakat. Yang tidak langsung menyentuh kepentingan masyarakat dihapus saja karena membuang-buang APBD. Artinya bukan tidak boleh, tapi kurangi,” ucapnya.

Hal tersebut, lanjutnya, juga terkait dengan anggaran yang sering dipakai untuk kegiatan rapat atau perjalanan dinas. Seperti diketahui, Pemprov Banten bahkan sudah menghemat APBD hingga Rp.500 M dengan mengurangi perjalanan dinas.

“Saya mengurangi penggunaan kertas. Mulai sekarang saya pakai WA atau notepad saja, karena menurut KPK akan jadi berapa kontainer kalau setiap rapat, kita gunakan kertas. Saya juga sudah siapkan untuk tahun 2017 nanti, yang Rp.500 miliar ini kita belanjakan misalnya untuk perbaikan infrastruktur masyarakat,” ungkapnya. (Jib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *