Program Kerja 100 Hari Gagal, Walikota Gunungsitoli Kecewa

Daerah, Regional1,924 views

KabarOne.com- Gunungsitoli- Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua mengakui program masa 100 hari kinerja Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli belum berjalan semaksimal mungkin di karenakan beberapa kendala.

Hal ini di sampaikan nya pada kegiatan Konferensi Pers, di Aula Samaeri Jl. Pancasila No. 14 Desa Mudik, Gunungsitoli.Juma’at (14/10)

” Di bidang pendidikan penataan dan pemerataan guru telah merata, tetapi disini kita terkendala adanya perbedaan data yang di pusat dengan yang di daerah dan saya kurang tahu juga, sehingga pemerintahan Kota sekarang tidak bisa mendapatkan fisik dan infrastruktur fisik contohnya seperti bangunan gedung, karna sebelumnya ada laporan di pusat bahwasanya semua sekolah di kota Gunungsitoli fasilitasnya sudah lengkap, baik Labornya dan semua sudah terpenuhi, padahal kenyataan di lapangan semua itu tidak ada, malah sekarang di Kota sendiri masih ada sekolah yang hanya memiliki tiga lokal saja. ” Ujar Lakhomi dengan nada Kecewa.

Lakhomizaro Zebua juga mengakui hingga saat ini bahwa masih ada Guru di kota gunungsitoli yang hanya tamat SPG dan untuk bisa mendapatkan sarjananya Walikota telah membuat MOU antara Pemerintah Kota dengan Universitas Terbuka.

Lebih lanjut di jelaskan nya, Pemerintah Kota Gunungsitoli pada program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota untuk bidang kesehatan masih banyak kekurangan.

” Kemarin saat menghadiri RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan DPRD banyak sekali pertanyaan mengenai masalah kesehatan di Kota bahkan mereka menyampaikan bahwa Pemerintah Kota kurang betul, kurang serius menangani kesehatan, jelas saya panas kuping mendengarnya, hampir- hampir emosi…!!! dan saat saya tinjau langsung
di lapangan dan rupanya itu betul, ” Ucapnya dengan kesal.

Di jelaskan nya juga untuk saat ini masih ada sebagian Desa yang belum bisa di lalui roda Empat.

” Tadi saya baru saja Melaksanakan kunjungan kerja di Kecamatan Idanoi dan disana warga menyampaikan bahwa ada salah satu Desa yang masih terisolir dan belum bisa di lalui roda Empat untuk itu, ini akan menjadi perhatian kami ” Lanjutnya.

Dari Pantauan KabarOne di lapangan bahwa berakhirnya program 100 hari kerja pemerintahan Kota Gunungsitoli masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu di perhatikan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli seperti Terminal liar di sudut- sudut Kota, Warga yang tidak memiliki tempat tinggal pasca penggusuran beberapa waktu lalu, yang hingga saat ini masih tinggal di tenda- tenda, Mobil Ekspedisi yang lalu lalang di tengah Kota yang mengakibatkan kemacetan Kota, berdirinya Gedung-gedung di sekitar bantaran sungai dan lain sebagainya. (Fr. Lature)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *