Pengerjaan Proyek Parit Di Tandrawana Terkesan Asal-asalan

KabarOne.com, Gunungsitoli – Proyek Pembangunan parit di Jl. Lingkungan SD Tandrawana Di duga asal di kerjakan oleh pihak rekanan dengan tidak menggunakan bangunan pendukung yakni pemasangan parit yang sebagian tidak menggunakan galian pada pemasangan pondasi.

Hal ini di Ucapkan oleh Ketua
Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Peduli Amanat Republik Indonesia (LSM GARUDA-RI ) Siswanto Laoli Kepada KabarOne, Menurutnya proses pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan volume pekerjaan yang ada.

” Sebagaian tidak menggunakan galian untuk pemasangan Pondasi, pihak rekanan beralasan bahwa tidak ada galian untuk pemasangan pondasi di ujung Gedung SD Tandrawana karna tanah tersebut sudah ada Septi tengnya. ” Ucap Laoli di Jl. Sisingamangaraj No.26 Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli. Jumaat (16/12).

Disebutkannya, Ada pun di beberapa titik galian lainnya tidak sesuai dengan kedalaman seperti yang di sampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebelumnya.

” Layaknya kedalaman galian untuk pemasangan batu sekitar 20 CM, namun pada saat melakukan pemasangan batu, batu yang telah terpasang tidak tertanam semua. ” Pungkasnya.

Pagu Anggaran dengan Menggunakan Dana PAPBD 2016 dengan nilai Kontrak sebesar Rp. 200.000.000 pihak rekanan dan Dinas terkait terkesan sekongkol guna mendapatkan untung sebesar-besarnya.

” Rekanan terkesan mengambil kesempatan dengan cara mengurangi volume pekerjaan, dan patut di duga bahwa dalam hal ini Dinas Tarukim turut serta untuk membagi-bagi keuntungan yang di dapat dari rekanan, ” Cetusnya.

Tambahnya, Diminta kepada pihak Dinas Tarukim Kota Gunungsitoli agar pekerjaan itu segera dibongkar dan harus dikerjakan sesuai dengan RAB.

Demikian halnya di sampaikan oleh Tokoh Masyarakat Setempat Desman Harefa saat di mintai tanggapan nya meminta kepada pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Tarukim untuk memonitoring pekerjaan pada proyek pembangunan parit di lingkungan SD Tandrawana tersebut karna di duga pekerjaan pembangunan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada oleh pihak rekanan.

” Terkesan asal sudah pak, pembangunan proyek itu dipastikan tidak akan bertahan lama karna tidak menggunakan pondasi sebagai dasar pengerjaan untuk proyek parit tersebut. ” Ucap Harefa yang juga selaku Sekertaris Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) di Tandrawana, Kelurahan Pasar, Jumaat (16/12).

Ada pun disampaikannya bahwa Proyek tersebut diduga tidak memiliki kontrak kerja dari Pemerintah.

” Informasi kami dapat proyek itu belum ada kontrak kerjanya dari pemerintah, ” Tambahnya.

Saat hal ini di konfirmasi kepada Equator Daeli selaku pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pengerjaan Proyek Parit di lingkungan SD Tandrawana melalui via seluler Whatshapp tidak ada balasan.

Pengamatan KabarOne di lapangan Proyek Pembangunan Parit di lingkungan SD Tandrawana tidak memiliki Papan pengenal Proyek dan hingga saat ini pekerjaan masih berlanjut. (Fr. Lature)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *