Usai Sertijab, Camat Baru Gegesik “Disuguhi” Sampah

Daerah, Regional893 views

Kabarone.com, Cirebon – Persoalan sampah di kabupaten Cirebon dinilai sudah dalam kategori ‘darurat sampah’.Indikasi darurat sampah tersebut terlihat dari berbagai desa diwilayah kabupaten Cirebon yang nyaris tanpa penanggulangan secara konkrit termasuk diwilayah kecamatan Gegesik. Hal itu terungkap saat audiensi Direktur Bank sampah Gegesik,M.Rifa’i dengan Camat baru kecamatan Gegesik,Drs.Abadi,M.Si,usai acara sertijab (serah terima jabatan) Camat Gegesik diaula kantor kecamatan setempat.

Menurut Ifay (sapaan akrab M.Rifa’i), setelah 4 bulan tanpa penanganan,volume sampah di TPS Gegesik kini sudah mulai menggunung dan tercecer hingga dibadan jalan.Kondisi tersebut terjadi bukan tanpa sebab.Dijelaskan Ifay,hingga saat ini upaya pengangkutan sampah ke TPA Ciledug yang dilakukan pihaknya selalu terkendala oleh terbatasnya armada yang dimiliki Dinas terkait.”Kendalanya ya itu,seluruh armadanya di Ciledug semua,tidak bisa kesini (Gegesik,red),”ujar Ifay dihadapan Camat baru,Abadi.

Selain itu,lanjut Ifay,kendala lain yang dihadapi adalah tidak adanya kepedulian dan peran serta dari para Kuwu (Kades) di lima desa Gegesik yang telah memanfaatkan TPS Gegesik untuk pembuangan sampahnya.

“Kalau sebelumnya penanggulangan sampah bisa berjalan karena ada peran serta dan suport dari Kuwu Gegesik Kidul,Rahmat.Memang saat itu penaganannya tidak diangkut melainkan dikubur dengan membuat galian memakai alat berat. Dan biaya yang dikeluarkan untuk sewa alat berat,bayar operator dan mobilisasinya mencapai angka 3 juta per hari,” papar Ifay.

Untuk diketahui, sampah di TPS Gegesik sudah dianggap sampah liar,karena keberadaan TPS sendiri sudah ditutup namun kembali dimanfaatkan oleh komunitas My Darling (Masyarakat sadar lingkungan) gegesik yang diketuai M. Rifa’i. Kepada Camat baru tersebut, Ifay juga menyodorkan alternatif lain penanggulangan sampah dengan menggunakan mesin pembakar sampah yang harganya mencapai 15 juta.Ifay berharap seluruh komponen masyarakat mau peduli mengatasi masalah sampah diwilayah tersebut. Bukan hanya pemerintah dan dinas terkait,masyarakat dan pihak perusahaan swasta juga diharapkan peran sertanya melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).

Menanggapi hal itu,Camat Abadi berjanji akan segera mencarikan solusinya.Menurutnya,salah satu langkah konkritnya adalah dengan melakukan koordinasi menggugah kepedulian dan tanggungjawab para Kuwu di lima desa Gegesik untuk bersama-sama mensuport kegiatan penanggulangan sampah.Langkah tersebut dinilai paling tepat untuk situasi mendesak seperti saat ini selain menyusun solusi lainnya untuk jangka panjang.

“Secepatnya akan saya koordinasikan dengan para Kuwu untuk (menangani) masalah ini.Kedepan,memang idealnya tiap-tiap desa harus mempunyai TPS sendiri-sendiri. Namun kendalanya memang kadang (pemerintah) desa tidak punya lahannya,”ujar Camat.

Selain langkah penanganan sementara,Camat juga berjanji akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan sampah jangka panjang (sukadi/islah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *