LONGSOR Menerjang SDN 7 Asera Konut

Daerah, Regional592 views

Kabarone.com, Wanggudu – Tanah longsor yang terjadi di halaman Sekolah Dasar Negeri 7 Kecamatan Asera , Kabupaten Konawe Utara (KONUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) butuh perhatian khusus dari pemda Konawe Utara. Hal ini diungkapkan oleh Rasyid,S.Pd kepala SDN 7 Asera, Rabu (11/1/17) saat di temui di sekolah itu. Menurutnya, SDN 7 Asera yang terletak di Desa Walasolo kecamatan Asera ini sejak di bangun Ruang Kegiatan Belajar (RKB) tahun 2016 lalu sebanyak 3 RKB sudah menunjukkan kerawanan longsor, bahkan saat itu ia akui pernah menyampaikannya kepada Kepala Bidang Dikdas Konut Pak Siswa akan tetapi hanya dijanji akan di tinjau, sayangnya sampai selesai dan bahkan sudah setahun terakhir ini tak kunjung do tinjau. ,”Saya sebelum RKB kelas IV, kelas V dan kelas VI ini dibangun sudah saya sampaikan kepada Pak Siswa (Kabid Dikdas) Dikbud Konut tentang rawannya longsoran di sekitar sekolah ini, bahkan saya minta agar di tinjau dulu sebelum dilakukan pembangunan RKB karena melihat kondisi alamnya yang rawan longsor itu, kata Rasyid. Akan tetapi sayangnya sebelum di tinjau kontraktornya sudah kerja dan bahkan saat mereka kerja itu RKB dimulainya pada hari libur (Minggu) sehingga kami tak bisa mencegahnya untuk penempatannya, padahal kami sudah sampaikan, jelasnya. Untuk itulah kini kita perhatikan bersama bagaimana kerugian yang ditimbulkan oleh ketidak telitian dari para pekerja proyek dan pihak dinas, sekarang anak didik kami sebelum memulai kegiatan belajarnya harus terlebih dulu melakukan pembersihan di teras dan ruangan belajarnya karena setiap hari setiap saat terjadi longsoran tanah di sekolah ini, karena tanah di sekitar sekolah kami ini tidak labil dan banyak mengandung air sehingga mudah terjadi longsor, ungkap Rasyid. Lanjut Rasyid, kami sudah adakan pertemuan dengan pihak sekolah, guru dan orang tua siswa terkait hal di atas, akan tetapi jika mau dikerja dengan tenaga manusia atau manual maka kami takkan mampu karena perbukitan, selain itu luas dan tinggi, sehingga perlu digunakan alat berat untuk penggusuran dan perataan pelataran sekolah SDN 7 Asera ini, keluhnya. Sebelum menutup wawancara ia menyampaikan bahwa dengan terjadinya longsor di sekolah ini mengakibatkan tersendatnya proses kegiatan belajar anak didik di sekolah itu utamanya kelas IV, kelas V dan kelas VI karena kegiatan rutinnya di pagi hari adalah membersihkan longsoran tanah dan rembesan air yang masuk diruangan belajar mereka, ini kalau belum hujan dan jika musim hujan maka bukan lagi rembesan air akan tetapi luapan air yang mereka hadapi, ungkap Rasyid, semoga saja dalam hal ini pemerintah Konawe Utara terkhusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa memberikan perhatian khususnya di sekolah ini, pungkas Rasyid. (Andi Jumawi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *