Warga Desa Jatianom Keluhkan Jalan Rusak

Daerah, Regional1,764 views
Kabarone.com, Cirebon – Rusaknya jalan disepanjang desa jatianom kecamatan susukan kabupaten cirebon provinsi jawa barat kini sering dikeluhkan warga desa nya. Seiring rusaknya jalan provinsi yang untuk tembus ke arah kecamatan susukan sampai ke kecamatan kaliwedi kini kian menjadi bahan perbincangan pengguna jalan.
Hal senada dikomentari Sukadi 51 tahun warga penduduk desa jatianom mengatakan,” benar kami asli warga desa jatianom dari mulai lahir sampai  setengah abad ini belum pernah jatianom memiliki jalan bagus seperti desa-desa lain nya,apalagi dimusim penghujan seperti ini sudah jalan nya berlubang ditambah banjir pula.sehingga air mencapai genangan 20 cm dijalan disaat hujan turun. Sehingga kami pengguna jalan sangat menyayangkan kepada pemerintah daerah khusus kabupaten cirebon. Lihat saja jalan ditengah desa tertanam pohon pisang. berarti itu jelas karena masyarakat atau warga desa jatianom sendiri sudah merasa jengkel terhadap pemerintah, untuk itu kiranya Bupati Cirebon Drs Sunjaya Purwadi Sastra  MM.Msi agar bisa melek mata.karena jalan yang dilewati setiap hari nya kondisinya kaya kubangan kerbau.
Mengomentari hal tersebut, salah satu perangkat desa jatianom kecamatan susukan kabupaten cirebon yang ditutupi jatidirinya menyebutkan, bahwa perbaikan jalan itu tidak bisa lewat APBDES, itu mutlak kewenangan pemkab cirebon. Tapi pemerintah desa sudah sering kali mengusulkan hal tersebut, khususnya bpk. Kuwu jatianom di dampingi ibu Hj.Amenah sudah langsung menyambangi bapak bupati langsung.
“Untuk itu Info saja buat teman-teman, bukan kita pemerintah desa tutup mata dengan hal itu, terakhir musrembang tingkat kecamatan ruas jalan tersebut sudah masuk draft buat tahun 2016, tetapi alangkah kaget dan terkejut nya kita pemerintah desa jatianom manakala tahu ruas jalan tersebut tidak jadi di garap dan info terakhir badan anggaran dprd kab.cirebon nya lagi ngawur.dan info juga itu jalan yang merupakan kewenangan kabupaten, bukan pemerintah desa,” ungkapnya.
“Jalan kabupaten tahun 2015 pernah pemerintah desa sekedar pakai urugan buat kenyamanan pada saat mau arak2an desa.pas ada inspektorat itu jadi bahan temuan jadi kami selaku pemerintah desa dibuat kalang kabut menangani hal jalan ini,” pungkasnya. (Skd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *