Sulit Ubah Paradigma, Petani Enggan Ikut Asuransi

Daerah, Regional608 views

Kabarone.com Bojonegoro – Meskipun masuk daerah rawan bencana banjir dan berpotensi menyebabkan gagal panen, Program Asuransi Usaha Petani Padi di Kabupaten Bojonegoro tidak begitu diminati para petani. Pasalnya hingga akhir tahun 2016 kemarin yang terdaftar ikut Asuransi Usaha Petani Padi masih terbilang sedikit dibandingkan dengan luas lahan pertanian yang ada.
Anemo dan paradigma masyarakat petani di Bojonegoro khususnya daerah yang sering terjadi banjir luapan Sungai Bengawan Solo memang sulit diubah dan ada juga petani yang masih belum mengerti pentingnya ikut asuransi.
Dikatakan oleh Bupati Bojonegoro Suyoto dalam dialog interaktif tanggal 13/01 di Pendopo Kabupaten Bojonegoro ” sosialisasi program itu sudah dilakukan. Namun dirinya tidak memungkiri jika sosialisasi yang dilakukan kurang merata, sementara yang belum / lainnya akan disosialisasikan bertahap”
” Jika ikut Program Asuransi Usaha Petani Padi, yang akan diganti itu hanya padi yang benar gagal panen. Misalnya dalam satu hektar hanya separuh yang gagal panen, maka yang diganti itu yang separuh,” jelasnya.
Pihaknya berharap pada tahun 2017 akan bertambah lagi peserta Program Asuransi Usaha Petani Padi, karena besaran premi yang ditentukan oleh pemerintah sebesar Rp 180.000; per hektare, dimana sebesar 80 persen disubsidi oleh pemerintah. Sedangkan petani hanya membayar Rp 36.000 setiap satu hektar luas lahan yang ditanami petani.
Kalau masih belum vegetatif itu belum dikatakan gagal panen karena nanti tetap panen, kecuali sudah muncul kembang dan direndam banjir, maka kembang itu akan menghitam atau puso.( pur )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *