Kabarone.com, Lamongan – Dandim 0812 Lamongan Letkol. Inf. Sutrisno Pujiono. SE, MM. tak pernah absen dalam pengawalan dalam meningkatkan sewasembada pangan. Salah satunya wilayah Kecamatan Sekaran sebagai tempat di mana berlangsungnya Panen Raya Budidaya Tanaman Sehat menuju Tanaman Padi Organik dan sekaligus meninjau Laboratorium Pusat Pengembangan Agen Hayati (PPAH) tepatnya di Desa Besur Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan.
Hadir dalam kegiatan panen raya Bupati Lamongan H. Fadeli SH, MM tidak ketinggalan pula Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf. Sutrisno Pujiono SE, MM, Wakil Bupati Dra. Hj. Kartika Hidayati MM, MHP, Kepala Dinas Tanaman Pangan holtikultura dan Perkebunan Lamongan Ir. Aris Setiadi, MM, Camat Kecamatan Sekaran Yuli, SKPD se Kab. Lamongan.
Dalam penyampaiannya Kepala Desa Besur Kecamatan Sekaran Abdul Haris menyampaikan, Terima kasih kepada bapak Bupati yang sudah memberikan juga bantuan pasar Desa Besur, hal ini nantinya akan kami kelolah bersama sama masyarakat Desa dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat secara keseluruhan. Perlu diketahui bahwa masyarakat Desa Besur Kecamatan Sekaran sudah bisa mengembangkan 5 produk agen hayati, dengan adanya program tersebut petani Desa Besur semakin maju dalam produksi padi organik dan masyarakat besur saat ini juga memiliki sekolah pertanian yaitu Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT).
Harapan dan target petani pada tahun 2021 akan menjadikan Desa Besur menjadi Desa Pertanian Organik,”ungkapnya.
Ditegaskan juga oleh Ir. Aris Setiadi MM. selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikutura dan Perkebunan Lamongan, Desa Besur saat ini sudah memiliki sekolah pertanian, yakni Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu ( SLPHT ), dari sekolah tersebut peserta berasal dari Desa Besur sendiri juga warga sekitar, dan biaya sekolah tersebut menggunakan anggaran dari desa.
Saat ini program jangka panjang masyarakat desa Besur akan mengembangan Beras bebas peptisida, tinggal memikirkan bagaimna cara pemasaran beras bebas peptisida ini. Dengan menkomsumsi beras bebas peptisida ini nantinya akan menghasilkan generasi yang sehat khususnya generasi Lamongan dan umumnya rakyat Indonesia”tegasnya.
Dalam Sambutannya Bupati Lamongan H. Fadeli mengatakan, dari hasil surve lapangan petani – petani saat ini rata – rata masih menggunkan pola tanam tradisional, maka dari itu mulai saat ini kita harus mempunyai pola pikir baru (inovasi) dalam pengembangan pertanian dengan cara merubah pola tradisional menjadi modern dan saat ini masyarakat Desa Besur sudah merubah pola pikir tersebut dengan mengembangkan program agen hayati.
Tidak semuanya petani Lamongan menggunakan program agen hayati. Dari data yang ada program tersebut baru dilaksanakan 36 desa yang ada di Kabupaten Lamongan. Dengan adanya program petani agen hayati tersebut target atau sasaran kedepan petani Kabupaten Lamongan akan mampu menghasilkan hasil panen sebesar 10 ton/hektar. Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan sangat mendukung petani lamongan menggunakan alat alat pertanian modern, dan untuk beras bebas peptisida. Dan yang sudah di contohkan oleh petani Desa Besar ini, hal ini sebelum dipasarkan harus ada wadahnya untuk dibuatkan hak paten lalu dipamerkan sebelum dipatenkan oleh petani negara lain,”tegas Bupati H. Fadelinya, (pul,pur,rul).