Management Pabrik Gula KTM di Panggil DLH, Kadis DLH Belum Memberikan Penjelasan

Kabarone.com, Lamongan – Managemen pabrik gula KTM (Kebun Tebu Mas) di Kecamatan Ngimbang Lamongan, di panggil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Kamis (2/03). Penyebab pabrik tersebut tidak bisa menjaga lingkungan sekitarnya dari limbah yang dihasilkan, akibatnya di panggil DLH setempat.

Dikatakan oleh Kepala DLH Lamongan Fakhrudin Ali Fikri yang akrab di panggil Pak Udin, pada pemberitaan – pemberitaan sebelumnya, pemanggilan dilakukan setelah sebelumnya pada tanggal 23 februari 2017 pihak DLH menurunkan tim investigasi ke lingkungan masyarakat sekitar pabrik KTM, dari hasil investigasi tersebut diambil kesimpulan bahwa benar adanya bau busuk yang sangat menyengat di lokasi pabrik seperti halnya yang menjadi keluhan masyarakat sekitar.

Penyebabnya bau busuk berasal dari ampas tebu yang mestinya dimasukkan ke tempat khusus, tiada lain dibiarkan saja di luar ruangan akibatnya menimbulkan bau yang sangat menyengat, alhasil akhirnya ditemukan bau yang tak sedap benar berasal dari dalam pabrik KTM.

Hal ini sangat disayangkan oleh DLH. Tak dielak lagi, keberadaan pabrik gula yang berskala nasional ini berapa besar sisi keuntungan yang di hasilkan, akan tetapi harus tetap memperhatikan keasrian lingkungan yang dihuni oleh masyarakat Ngimbang dan sekitarnya.

Berdasarkan temuan tim investigasi di lapangan, DLH mendesak pihak management KTM harus segera melakukan langkah untuk menghilangkan bau yang menyengat tersebut.

Kalau belum mempunyai tempat limbah yang layak untuk sementara bisa di tutup dengan terpal guna meminimalisir bau yang menyengat tersebut. Pihak management KTM tak hanya melakukan itu tapi sebaiknya juga harus memperhatikan kenyamanan warga sekitar,” ungkap Pak Udin.

Saat di tanya, bagaimana dengan pencemaran di kali Lamong ? Kepala Bidang Penanggulangan Pencemaran Lingkungan DLH Budi Farid menjelaskan,
Memang benar kali Lamong kena dampak pencemaran itu terjadi beberapa bulan lalu, yakni  september 2016 lalu yang sempat membuat geger warga setempat tapi kini sudah teratasi.

Bahan sampingan dari gula (molasis) waktu itu terjadi kesalahan produksi yang mengakibatkan molasis meluber karena terkena suhu panas yang terlalu tinggi. Dalam hal ini pihak KTM  telah bertanggung jawab dengan menyedot kembali limbah yang telah mencemari kali Lamong sehingga bersih kembali,” jelas Farid.

Dalam hal ini telah menjadi perhatian semua pihak khususnya Non Governmen Organisation (NGO) JALAK sebagai control sosial masyarakat, Ketua Umum Amin Santoso juga ikut peduli untuk mengkritisi dan mengungkapkan, sampai sekarang peran industri dalam menjaga ke asrian lingkungan sekitarnya masih kurang. Hal ini terbukti dengan adanya pabrik – pabrik yang selalu menjadi polemik di masyarakat. “Industri ini memang ada yang konsisten dan ada yang tak konsisten (nakal). Belum lama ini ada dua industri yang didenda oleh pemerintah,” katanya seusai memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di halaman Pemkot Cilegon, Rabu.

Dikatakan lagi oleh Amin Santoso, pabrik – pabrik yang tak ikuti aturan perundang – undangan yang ada itu harus dapat sanksi untuk membayar kerugian ke negara langsung ke kas negara atas dampak yang dilakukannya. Amin  pun mengapresiasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan yang telah memanggil management pabrik gula KTM dan mungkin dalam waktu dekat pemanggilan akan di lakukan ke PT. BMI yang ada di Kecamatan Deket yang juga telah mencemari lingkugan.

“Dua pabrik tersebut harus membayar kerugian negara langsung ke kas negara. Yang memberikan sanksi adalah DLH melalui Kementerian Lingkungan Hidup di jakarta,” jelas Amin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Fakhrudin Ali Fikri sampai saat ini belum bisa memberikan jawaban, yang sebelumnya tim wartawan datang ke kantor untuk nemui Pak Udin selaku Kepala Dinas tapi kata staf perempuannya Pak Udin ada giat di luar dan di konfirmasi lewat telephon selulernya belum dapat jawaban, bagaimana hasilnya atas pemanggilan management KTM ke DLH tersebut,” pungkasnya. (pul,pur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *