Mulai Januari, Pemerintah Cabut Subsidi Pelanggan PLN Daya 900 VA

Daerah, Regional587 views

Bojonegoro, Kabarone.com Bagi anda pelanggan PLN ada baiknya melihat berapa daya yang anda gunakan saat ini atau wajib menyimak informasi yang satu ini. Pemerintah akan mencabut subsidi bagi pelanggan yang menggunakan daya 900 VA. Hal ini terungkap saat sosialisasi listrik bersubsidi yang digelar oleh PLN Area Bojonegoro, Senin (13/3) pagi tadi di pendopo Malwopati Kantor Pemkab Bojonegoro. Acara yang berlangsung di Pendopo ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bojonegoro, Drs H. Suyoto, Msi dan dihadiri oleh seluruh Kepala Desa dan camat diwilayah Kabupaten Bojonegoro.

Manager PLN Area Bojonegoro, Didik Wicaksono menjelaskan sesuai rapat kerja antara DPR RI dan pemerintah beberapa waktu lalu disepakati penghapusan subsidi listrik bagi daya 900 VA. Ditegaksn dalam setiap tahunnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk subsidi listrik mencapai 54 trilyun rupiah dan ditahun ini subsidi hanya menjadi 37 trilyun rupiah. Oleh karenanya dari hal ini Pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral  nomer 28 tahun 2016 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PT PLN. Dan Peraturan Menteri ESDM nomer 29 tahun 2016 tentang mekanisme pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga.

Untuk di Bojonegoro sebanyak 98 ribu pelanggan yang menggunakan daya 900 VA dihapus dan hanya 6000 pelanggan yang masih terima subsidi. Menurut Didik, dengan pencabutan subsidi ini tarif sudah mulai naik secara bertahap per januari lalu dan akan kembali naik di Bulan Mei – Juni. Selanjutnya tarif akan mengikuti tarif ke ekonomian. Namun masyarakat jangan resah dulu, lanjutnya, karena pemerintah akan memberikan subsidi bagi pengguna daya 900 VA apabila masuk dalam kriteria rumah tangga miskin dan tidak mampu.

Masyarakat bisa mwngambil formulir pengaduan yang tersedia di kantor kelurahan/desa atau mengunduh formulir di subsidi.djk.esdm.go.id .Kemudian akan ditindak lanjuti oleh tim TNP2K yang akan melakukan verifikasi benarkah masuk dalam kriteria kurang mampu dan layak mendapatkan subsidi. Lalu bagaimana dengan pelanggaran 450 VA, bagi mereka masih mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Sementara itu Bupati Bojonegoro dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa aduan atau keluhan masyarakat tentang listrik masih jamak. Bahkan ditiga kecamatan tingkat aduan tentang listrik ini sedemikian banyak antara lain Kecamatan Temayang, Sugihwaras dan Kanor. Tak hanya itu ada beberapa wilayah di Bojonegoro bahkan belum mendapatkan akses listrik. Oleh karenanya beberapa tahun ini menganggarkan untuk membantu ketersediaan intalasi listrik utamanya adalah tiang. Bupati menegaskan subsidi mempunyai dua makna yakni terkait pelayanan dan keadilan, masyarakat masih berpendapat listrik naik namun kadang tidak diimbangi dengan kualitas layanan.

Azas keadilan adalah ternyata subsidi kadang dinikmati oleh mereka yang mampu, padahal subsidi peruntukkannya adalah untuk keluarga tidak mampu. Menanggapi tentang penghapusan subsidi listrik bagi 98.000 pelanggan PLN di Bojonegoro Bupati mengjarapkan agar seluruh perangkat desa mensosialisasikan ini kepada warganya. Kepada pihak PLN Bupati menghimbau agar ada data per kecamatan dan desa siapa saja yang subsidi dicabut sehingga masyarakat akan tahu. Perangkat harus mengecek benar subsidi ini jika ternyata ada yang keberatan mohon dibantu bagaimana mengurus pengaduan atau permohonan keberatan.(DAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *