Hidup Sehat Secara Merata Tanpa Diskriminatif

Daerah, Regional543 views

KabarOne.com, Nias Induk – Pemerintah Kabupaten Nias terus berupaya dalam meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi warga. Upaya pembangunan kesehatan diarahkan agar hasil tersebut dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara merata, bermutu, tidak diskriminatif, dan berkeadilan.

” Agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya sebagai investasi bagi pembangunan Sumber Daya Manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi. ” Pungkas Bupati Nias, Drs. Sokhiatulo, MM, di Ruang Rapat lantai 2 RSUD Gunungsitoli, Nias (15/3).

Dikatakannya, Pembangunan di bidang kesehatan telah dilaksanakan oleh Pemerintah daerah dan telah menunjukan perkembangan antara lain Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli telah terakreditasi dengan pengelolaan keuangan BLUD serta peningkatan pelayanan VIP dan Haemodialisa/Cuci Darah.

” Ada 12 Puskesmas yang rata-rata setiap kecamatan ada 1 unit Puskesmas bahkan ada yang 2 puskesmas dalam 1 kecamatan. Puskesmas pembantu sebanyak 28 unit dan 53 unit Poskesdes/Posyandu Plus serta 9 unit ambulance dan 15 Unit Puskesmas Keliling double gardan yang diharapkan mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat di Kabupaten Nias. ” Paparnya menjelaskan.

Sokhiatulo mengakui bahwa hingga saat ini masih banyak keterbatasan tenaga kesehatan baik dokter, dokter gigi, apoteker, tenaga kesehatan masyarakat, ahli gizi, ahli kesehatan lingkungan, dan tenaga kesehatan lainnya terutama yang bekerja di puskesmas, puskesmas pembantu se-Kabupaten Nias.

” Kita menyadari bahwa semua program tidak akan berhasil tanpa peran serta pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu diharapkan kepada seluruh stakeholders terkait untuk proaktif dan ambil bagian dalam mensukseskan program-program kesehatan demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nias. ” Ajaknya.

Adapun permasalahan pemerataan dan mutu pelayanan kesehatan yang belum optimal menurutnya, masih rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat. Di sisi lain ketersediaan sumber daya kesehatan, baik tenaga, dana dan peralatan masih terbatas.

” Secara nasional, agenda pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 adalah mewujudkan akses dan mutu pelayanan kesehatan yang semakin mantap.” Katanya.

Laoli menjelaskan, Pada dasarnya setiap orang mendapatkan hak pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan ditempat pelayanan kesehatan yang terstandar, dilayani oleh tenaga kesehatan yang kompeten, menggunakan standar pelayanan, dengan biaya yang terjangkau serta mendapatkan informasi yang adekuat atas kebutuhan pelayanan kesehatannya.

” Diperlukan kebersamaan pemahaman semua pemangku kepentingan, komitmen yang kuat dan kepemimpinan yang konsisten baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah. ” Ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkan Laoli, Pelaksanaan Forum SKPD Bidang Kesehatan Kabupaten Nias Tahun 2017 ini merupakan moment yang sangat penting dalam merumuskan berbagai program dan kegiatan sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nias Tahun Anggaran 2017.

” Untuk itu diharapkan SKPD terkait dan seluruh stakeholders yang hadir pada saat ini, dapat merumuskan rencana program/kegiatan dengan berpedoman pada RPJMD dan RPJPD Kabupaten Nias serta menyesuaikan dengan agenda pembangunan kesehatan baik tingkat Nasional maupun di tingkat Provinsi. ” Harap Sokhiatulo.

Sementara, pada kesempatan itu, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli meminta dorongan Dinas Kesehatan dalam peningkatan derajat kesehatan. Dianya juga berharap peserta forum untuk memberikan masukan dalam penyempurnaan Rencana Kerja SKPD.

” Semua pihak yang terkait mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional dan Jamkesda, fungsionalisasi sarana kesehatan dan keaktifan bidan desa serta memperkuat deteksi dini terhadap masalah-masalah kesehatan di masyarakat serta memastikan pelayanan terlaksana dengan baik. ” Cetusnya. (k0rn3l)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *