Bau Limbah Pabrik Gula PT. KTM Dikeluhkan Warga, DLH Kabupaten Lamongan Masih Bungkam

Daerah, Regional1,642 views

Kabarone.com, Lamongan – Bau menyengat yang ditimbulkan dari limbah Pabrik gula PT. Kebun Tebu Mas (KTM) yang ada di Ngimbang Kabupaten Lamongan Jawa Timur masih saja menjadi persoalan serius yang harus di tangani oleh Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Lamongan. Padahal pemanggilan oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup terhadap management PT. KTM sudah di lakukan baru – baru ini, tetapi bau menyengat masih saja terjadi.

Lagi – lagi dikeluhkan oleh warga masyarakat Desa Purwokerto Kecamatan Ngimbang, yakni AM, menurut dia, “bau tak sedap dan menyengat yang di duga ditimbulkan dari PT. KTM sudah membuat resah, hingga juga warga yang lain merasa mual-mual.

Ditempat terpisah juga di keluhkan oleh warga di Kecamatan Modo, SY juga akui merasakan bau tak sedap yang menyengat tersebut, padahal lokasi saya agak jauh dari pabrik. WW, juga mengeluhkan hal ini, “Kami terganggu dengan bau yang tak sedap tersebut,” jelasnya.

Aktivis Serikat Pekerja Nasional (SPN), Ari H. menegaskan, kegiatan industri yang ada di Lamongan pada dasarnya untuk mensejahterakan masyarakat Lamongan. Namun dalam hal ini, perusahaan hendaknya mematuhi perundang undangan yang ada.

“Perusahaan seharusnya memberi manfaat buat masyarakat Lamongan, sebaliknya jangan hanya memberikan dampak negatif dari kegiatan industri. Karena pada umumnya masyarakat Lamongan punya harapan besar dari berbagai sisi pada industri – industri yang ada termasuk PT. KTM,” tegas Ari.

“Jangan sampai limbah industri malah membuat kondisi lingkungan tidak baik. Terhadap kondisi kesehatan masyarakat atau berdampak negatif pada mata pencarian masyarakat. Karena PT. KTM masuk jajaran perusahaan gula terbesar di Asia Tenggara,” pungkas Ari H.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, dan terkait sikap DLH atas upaya pemanggilan yang sudah dilakukan terhadap management PT. KTM baru – baru ini, Fakhruddin, Kepala DLH Kabupaten Lamongan, masih bungkam. (pul,pur).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *